PONTIANAK INFORMASI- Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya korve atau kerja bakti sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Ajakan itu disampaikan saat mengikuti pencanangan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang digelar serentak secara nasional, Jumat (10/7).
Di Kalimantan Barat, kegiatan dipusatkan di kawasan Masjid Raya Mujahidin, Pontianak. Gerakan tersebut merupakan program nasional yang dipimpin secara virtual oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal, dari Kota Malang.
Harisson mengatakan, Gerakan Indonesia ASRI merupakan program yang kembali digelorakan pemerintah agar dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah.
“ASRI itu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini sudah lama dicanangkan Presiden, kemudian kembali digelorakan Kemendagri agar dilaksanakan di seluruh daerah,” kata Harisson.
Menurutnya, berbagai kegiatan digelar sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut. Selain kerja bakti membersihkan lingkungan, juga dilakukan penanaman pohon di sekitar Masjid Raya Mujahidin, pasar murah, pembagian bantuan kepada anak yatim piatu, hingga donor darah.
“Ada penanaman pohon, korve sebagai kegiatan utama, pasar murah dengan 1.000 paket berisi beras, minyak goreng, dan telur, kemudian bantuan untuk anak yatim piatu serta donor darah,” ujarnya.
Harisson menegaskan, gerakan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia berharap budaya korve dapat terus dilakukan secara rutin dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami sudah didukung TNI, Polri, dan masyarakat. Ke depan kegiatan korve harus terus digalakkan agar seluruh daerah di Kalbar benar-benar menjadi daerah yang ASRI,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar turut menggelar aksi donor darah melalui program ASN Kalbar Peduli.
Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan donor darah menjadi bentuk nyata kepedulian ASN kepada masyarakat sekaligus bagian dari semangat kolaborasi dalam Gerakan Indonesia ASRI.
“Melalui ASN Kalbar Peduli, kami berpartisipasi aktif dengan menggelar donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan,” ujar Windy.
Ia menilai, donor darah merupakan aksi sederhana yang memiliki dampak besar bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap tetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan sekaligus penyelamat bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemprov Kalbar telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mematangkan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI. Panitia juga menyiapkan bingkisan bagi 100 pendonor darah pertama sebagai bentuk apresiasi.
Windy berharap Gerakan Indonesia ASRI dapat menjadi budaya bersama yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di Kalimantan Barat.
