PONTIANAK INFORMASI – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, ia mendorong program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Bahasan usai menghadiri Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSBLP)/CSR Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7).
“Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Melalui penyelarasan program CSR dengan prioritas pembangunan, kita berharap kontribusi perusahaan dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Bahasan.
Forum yang digelar Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) itu bertujuan menyelaraskan program CSR perusahaan dengan program prioritas pembangunan Kalbar pada 2027.
Bahasan mengatakan Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang bagi dunia usaha untuk terlibat dalam pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur sosial.
Ia berharap komitmen yang dibangun dalam forum tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam program nyata yang berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan meminta perusahaan yang beroperasi di Kalbar mengarahkan program CSR untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan program prioritas pemerintah daerah.
Menurut Norsan, pembangunan jalan desa, jembatan, irigasi, penyediaan air bersih, hingga fasilitas publik lainnya menjadi sektor yang perlu mendapat perhatian melalui program CSR.
“Karena itu, kami mengarahkan agar setiap perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor ekstraktif dan berbasis sumber daya alam, mengalokasikan sebagian program CSR untuk pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” ujar Norsan.
Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen sejumlah perusahaan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program prioritas pembangunan Kalimantan Barat tahun 2027.
