PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat investasi, perdagangan, dan hilirisasi antardaerah.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (11/8).
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar membuka pasar bagi produk Jawa Timur, tetapi juga memberi peluang lebih luas bagi komoditas unggulan Kalbar masuk ke rantai pasok industri nasional.
“Kerja sama ini bukan hubungan satu arah. Kalimantan Barat juga siap menjadi pemasok bagi Jawa Timur. Komoditas, bahan baku, maupun produk hilir Kalimantan Barat dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri dan perdagangan Jawa Timur,” kata Norsan.
Menurutnya, forum misi dagang menjadi momentum mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi daerah, sekaligus membuka peluang investasi baru bagi pelaku usaha di kedua provinsi.
Norsan menilai Kalimantan Barat memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki akses ke Laut Natuna serta Selat Karimata. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat konektivitas perdagangan, baik di kawasan Kalimantan maupun pasar internasional.
Dari sisi ekonomi, Kalbar juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II 2026. Pertumbuhan itu didukung sektor pengadaan listrik dan gas, akomodasi dan makan minum, pertambangan, serta sektor pertanian yang masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Ia menyebut Kalbar memiliki sedikitnya 46 komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan, mulai dari hortikultura, perkebunan, kelautan, hingga kehutanan. Beberapa di antaranya ialah pisang, nanas, jeruk, durian, udang, tenggiri, tongkol, kelapa, hingga kratom.
Menurut Norsan, komoditas tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui investasi dan hilirisasi sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Tantangan kita sekarang adalah bagaimana menghubungkan potensi tersebut dengan pasar, investasi, teknologi, dan mitra usaha yang tepat. Dan saya melihat Jawa Timur merupakan salah satu mitra yang sangat strategis untuk itu,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, Kalbar juga berharap dapat memperluas akses terhadap berbagai kebutuhan pokok dan industri dari Jawa Timur, seperti beras, gula, bawang, produk peternakan, pupuk, bahan bangunan, hingga mesin industri.
Norsan pun mengajak pelaku usaha di Kalimantan Barat memanfaatkan momentum misi dagang untuk memperluas jaringan bisnis dan mencari mitra baru.
“Saya mengajak seluruh pelaku usaha Kalimantan Barat untuk memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Bangun komunikasi, tawarkan produk, temukan mitra, dan buka peluang kerja sama baru,” tutupnya.
