PONTIANAK INFORMASI – Ganda putra Indonesia Muhammad Al Fauzan Hamba/Kleopas Binar Putra Prakoso harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan pada babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Selasa (1/9/2026), Al Fauzan/Kleopas berhasil menundukkan pasangan Malaysia, Boon Xin Yuan/Lwi Sheng Hao, dalam dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-18.
Meski menang straight game, pertandingan berlangsung cukup sengit. Wakil Indonesia mendapat tekanan dari permainan cepat dan agresif yang diperlihatkan pasangan Malaysia.
Kleopas mengakui laga tersebut tidak berjalan mudah. Terlebih, ia dan Fauzan belum pernah menghadapi pasangan Malaysia tersebut sebelumnya.
“Perlawanan cukup sengit sih lawan Malaysia. Di gim pertama juga kita kesulitan. Cuma yang penting saling mengingatkan, fokus satu-satu poin dulu, terus saling percaya,” ujar Kleopas seusai pertandingan.
Komunikasi dan kepercayaan satu sama lain menjadi kunci Al Fauzan/Kleopas tetap tenang di tengah tekanan. Mereka berusaha tidak terburu-buru dan fokus memenangkan setiap poin.
Menurut Kleopas, menghadapi pasangan yang belum pernah ditemui membuat pertandingan terasa lebih sulit. Mereka harus cepat membaca karakter permainan lawan sekaligus mencari cara untuk meredam tekanannya.
“Setelah main tadi pagi mungkin lebih sulit lawan Malaysia. Soalnya tekanannya cukup kuat juga. Kita kan belum pernah lawan. Kalau yang sebelumnya kita sudah pernah lawan, jadi kita harus sama-sama siap, sama-sama belajar mainnya,” katanya.
Kemenangan tersebut menjadi modal positif bagi Al Fauzan/Kleopas untuk melanjutkan perjalanan di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Namun, mereka tidak ingin terlalu larut dalam kemenangan. Persiapan untuk pertandingan berikutnya langsung menjadi fokus, terutama menjaga kondisi fisik dan mempelajari permainan calon lawan.
Kleopas mengatakan mereka akan mengatur pola makan dan memastikan waktu istirahat cukup setelah pertandingan.
“Persiapan tanding selanjutnya kita atur pola makan sama istirahat yang cukup. Sama fokus lihat permainan lawan di YouTube,” ujarnya.
Selain kondisi fisik, mempelajari permainan calon lawan menjadi bagian penting dari persiapan. Al Fauzan/Kleopas menyadari setiap pasangan memiliki karakter dan pola permainan berbeda sehingga kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci untuk terus melangkah.
Kemenangan atas wakil Malaysia ini sekaligus menunjukkan kesiapan Al Fauzan/Kleopas bersaing sejak babak kualifikasi. Dengan menjaga komunikasi, fokus, dan kondisi fisik, keduanya bertekad melanjutkan langkah dan memberikan hasil terbaik di hadapan publik Pontianak.
