PONTIANAK INFORMASI – Langkah ganda putri asal Kota Pontianak, Steviolin Marcella dan rekannya Sarah Daisy Theresia Christina Rambitan, harus terhenti di babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Tampil di hadapan publik sendiri di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Selasa (1/9/2026), Steviolin/Sarah kalah dari pasangan sesama Indonesia, Aqelatul Amaliyah Rahma/Wilia Renasya Renasya, dengan skor 21-23, 13-21.
Gim pertama berlangsung ketat. Kedua pasangan terus terlibat kejar-kejaran angka dan selisih poin tidak pernah terlalu jauh.
“Gim pertama cukup ketat dan selisih poinnya tipis. Beberapa kali kami melakukan smash, tetapi lawan tidak mudah mati,” ujar Steviolin seusai pertandingan.
Memasuki gim kedua, Steviolin/Sarah berusaha bangkit. Namun, mereka belum mampu keluar dari tekanan hingga akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.
Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, penampilan Steviolin menjadi momen spesial. Atlet kelahiran Pontianak itu mendapat kesempatan tampil di turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 100 di kota kelahirannya.
Steviolin mengaku tidak ingin membebani diri dengan tekanan bermain di hadapan publik sendiri. Ia justru melihat turnamen tersebut sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman.
“Aku enggak terlalu banyak tekanan. Yang penting aku berpikir bagaimana bisa bermain dengan baik. Karena aku tahu pertandingan di sini juga tidak mudah karena lawan-lawan yang dihadapi memiliki kemampuan yang bagus,” katanya.
Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga menjadi turnamen Super 100 pertama bagi Steviolin dan Sarah sebagai pasangan.
Keduanya masih terbilang pasangan baru karena baru sekitar dua hingga tiga bulan berpartner. Meski waktu persiapan relatif singkat, mereka berusaha memaksimalkan latihan untuk menghadapi persaingan di level internasional.
“Untuk menghadapi turnamen Super 100 ini, kami melakukan persiapan ekstra. Dalam sehari kami bisa latihan dua kali, sama seperti teman-teman yang lain,” ungkap Steviolin.
Sama-sama Berasal dari Tunggal
Ada cerita menarik di balik pasangan Steviolin/Sarah. Keduanya sebelumnya merupakan pemain tunggal sebelum beralih ke sektor ganda.
Perubahan sektor tersebut membuat keduanya masih membutuhkan waktu untuk memahami pola dan karakter permainan ganda.
“Karena kami berdua merupakan pemain tunggal. Jadi, ketika beralih bermain ganda, kami masih harus banyak belajar dan beradaptasi dengan pola permainan ganda,” jelas Steviolin.
Salah satu evaluasi yang akan menjadi perhatian mereka adalah meningkatkan kekuatan pukulan atau power.
Steviolin menilai kemampuan tersebut masih menjadi kekurangan mereka, terlebih postur tubuh keduanya relatif kecil.
“Untuk evaluasi ke depan, saya dan Sarah mungkin akan lebih meningkatkan power. Kami berdua merasa masih kurang dari sisi power sehingga harus bekerja lebih keras. Apalagi postur tubuh kami relatif kecil, jadi memang membutuhkan tenaga ekstra,” katanya.
Sementara itu, Sarah mengatakan kondisi shuttlecock yang cukup lambat turut memengaruhi pola permainan mereka.
Menurutnya, mereka tidak bisa terus memaksakan permainan cepat sehingga harus lebih banyak memainkan bola lambung untuk membangun serangan.
“Iya, karena shuttlecock-nya cukup pelan. Kalau kami langsung bermain cepat, pukulan tersebut juga tidak mudah menghasilkan poin. Jadi, mau tidak mau kami harus kembali memainkan bola lambung dan membangun serangan dari awal,” jelas Sarah.
Strategi tersebut membuat pertandingan terasa cukup menguras tenaga bagi Steviolin/Sarah.
Kendati harus terhenti di babak kualifikasi, Steviolin tetap mengaku tidak kecewa. Baginya, kesempatan tampil di turnamen BWF World Tour Super 100 di kota sendiri merupakan pengalaman yang sangat berharga.
“Ini juga pertama kalinya saya dan Sarah bermain di turnamen Super 100. Kami tidak kecewa dengan hasilnya karena sudah berusaha dan bermain maksimal,” tuturnya.
Pengalaman tampil di hadapan publik Pontianak sekaligus menjadi modal bagi Steviolin untuk terus berkembang. Ia berharap dapat kembali mendapat kesempatan tampil di turnamen besar dan membawa nama Pontianak ke level yang lebih tinggi.
Meski langkahnya di Indonesia Masters 2026 terhenti di kualifikasi, penampilan Steviolin menjadi bukti bahwa atlet putri daerah juga mampu mendapat panggung di turnamen bulu tangkis internasional yang digelar di Kota Khatulistiwa.
