Paus Leo XIV (Foto : Filippo MONTEFORTE/AFP)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Paus Leo XIV secara tegas mengutuk serangan militer Israel terhadap satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, yang menewaskan tiga jemaat dan melukai sejumlah lainnya. Dalam seruannya saat berbicara di Castel Gandolfo, Italia, beliau menuntut diakhirinya kekejaman perang yang telah membawa penderitaan luar biasa bagi warga sipil serta meninggalkan jejak luka mendalam bagi komunitas keagamaan di Gaza.
Dilansir dari Vatican News, Paus menyampaikan kesedihan mendalam dan secara terbuka menyebut nama korban serangan di Gereja Holy Family tersebut Saad Issa Kostandi Salameh, Foumia Issa Latif Ayyad, dan Najwa Ibrahim Latif Abu Daoud serta menyatakan kedekatan hatinya kepada keluarga dan seluruh jemaat. Beliau menegaskan, “Saya sekali lagi menyerukan penghentian segera atas kebiadaban perang dan penyelesaian damai atas konflik tersebut,” tegasnya sebagaimana dikutip Vatican News.
Serangan yang terjadi pada Kamis pagi itu juga menyebabkan luka pada Pastor Gabriel Romanelli dan beberapa jemaat lain. Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo menegaskan bahwa konflik bersenjata yang terus berlangsung di Gaza telah menyebabkan korban jiwa tak berdosa dan berulang kali menyasar rumah ibadah. Ia menyorot bahwa tempat-tempat perlindungan seharusnya tidak pernah menjadi sasaran kekerasan apa pun.
Berbicara usai ibadah Angelus, Paus juga memohon kepada komunitas internasional agar mematuhi hukum humaniter serta larangan hukuman kolektif dan penggunaan kekuatan secara sewenang-wenang. “Saya mengimbau masyarakat internasional untuk menaati hukum kemanusiaan dan menghormati kewajiban melindungi warga sipil, sebagaimana juga pelarangan hukuman kolektif, penggunaan kekuatan tanpa pandang bulu, dan pengusiran paksa penduduk,” kutip Reuters dari seruan Paus.
Paus juga mengungkapkan betapa dunia sudah tidak sanggup lagi menahan derita akibat perang berkepanjangan. Ia menyatakan, “Dunia tak sanggup lagi. Terlalu banyak konflik, terlalu banyak peperangan; kita perlu sungguh-sungguh membangun perdamaian, berdoa dengan kepercayaan kepada Tuhan, dan bekerja ke arah itu”.
Paus Leo XIV turut memberi penghormatan kepada komunitas Kristen di Timur Tengah yang merasa kecil dan tak berdaya di tengah krisis berkepanjangan ini. “Kalian ada di dalam hati Paus dan seluruh Gereja. Terima kasih atas kesaksian iman kalian,” ucapnya penuh empati.
Sebelum mengakhiri seruannya, Paus membagikan kisah panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sehari setelah insiden berlangsung, menegaskan pentingnya perlindungan tempat-tempat suci bagi seluruh agama dan perlunya Israel menahan diri dari tindakan kekerasan. “Kami menekankan perlunya melindungi tempat-tempat suci dari semua agama,” tuturnya seperti dilansir Vatican News.
Duka dan desakan Paus Leo XIV ini menambah tekanan bagi diplomasi dunia untuk mendorong langkah nyata menuju penghentian kekerasan. Ia mengajak seluruh pihak duduk bersama dan mencari damai sejati bagi masa depan Gaza dan seluruh kawasan, memohon agar tidak ada lagi korban jatuh akibat konfrontasi bersenjata yang tampaknya tak pernah berakhir.
