Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron Sebut Video Game Jadi Biang Kerok Kerusuhan di Negaranya
  • Internasional
  • News

Presiden Prancis Emmanuel Macron Sebut Video Game Jadi Biang Kerok Kerusuhan di Negaranya

Editor PI 07/07/2023
emmanuel-macron-1_169

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (AP/Kenzo Tribouillard)

PONTIANAK INFORMASI, INTERNASIONAL – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyalahkan video game sebagai salah satu penyebab utama dari gelombang kerusuhan yang melanda negara tersebut, terutama yang dilakukan oleh remaja.

Pernyataan Macron ini muncul setelah terjadinya kerusuhan besar di Prancis usai seorang remaja berusia 17 tahun ditembak mati oleh polisi. Menurut Marcon, remaja-remaja yang terlibat dalam kerusuhan ini meniru tindakan kekerasan yang mereka lihat dalam video game.

Dalam sebuah rapat krisis keamanan yang dipimpin oleh Macron pekan lalu, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sosial yang terjadi di beberapa kota di Prancis. Kerusuhan tersebut dimulai setelah kematian Nahel M (17) yang ditembak oleh polisi di Nanterre pada tanggal 27 Juni lalu. Macron menyebut kematian tersebut sebagai sesuatu yang tidak bisa dimaafkan, namun ia juga menekankan pentingnya meredam unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan agar keadilan bisa ditegakkan.

Salah satu fakta menarik yang diungkapkan oleh Macron adalah bahwa sekitar sepertiga dari perusuh yang telah ditangkap adalah remaja yang masih “muda atau sangat muda”. Bahkan, serikat kepolisian Prancis melaporkan bahwa banyak dari perusuh yang ditangkap baru berusia 14 atau 15 tahun.

Macron kemudian menghubungkan situasi ini dengan penggunaan media sosial dalam mengorganisir unjuk rasa, serta menyalahkan video game sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi banyaknya remaja yang terlibat dalam kerusuhan di Prancis.

Menurut laporan yang dikutip dari media nme.com, Macron berpendapat bahwa video game yang penuh dengan adegan kekerasan dapat memicu “terputusnya hubungan dengan kenyataan”. Ia juga mengklaim bahwa para demonstran muda ini “memerankan video gams yang telah meracuni pikiran mereka”.

Dalam menghadapi situasi ini, Macron mengajak para orangtua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka dan menjauhkan mereka dari potensi pembuat kerusuhan di jalanan.

“ini menjadi tanggung jawab para orangtua untuk menjaga mereka (demonstran) tetap di rumah. Bukan tugas negara untuk bertindak menggantikan mereka (orangtua-red),” kata Macron seperti dikutip dari detikcom. (ad)

Tags: Internasional Viral

Continue Reading

Previous: Wagub Sampaikan Capaian Pembangunan, Dewan Cermati SiLPA Rp712 Miliar
Next: Edi Kamtono Paparkan Strategi Cegah Kekerasan pada Anak dalam Diskusi Kebangsaan

Related Stories

ff3cfb5f-268b-46fa-8023-2b032c24bcda
  • Lokal
  • News

Selundupkan Hampir 20 Kg Sabu dari Malaysia, WN Asing Terancam Hukuman Mati

Editor PI 27/06/2026
IMG_8696
  • Lokal
  • News

Berdiri Sejak Tahun 81, Toko Buku Juanda Jadi Andalan Warga Pontianak Berburu Perlengkapan Sekolah

Editor PI 27/06/2026
70759e9f-5ca5-47cb-babb-9709d060edd3
  • Lokal
  • News

Hari Keempat Pencarian, Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya Belum Ditemukan

Editor PI 27/06/2026

Berita Terbaru

  • Selundupkan Hampir 20 Kg Sabu dari Malaysia, WN Asing Terancam Hukuman Mati 27/06/2026
  • Berdiri Sejak Tahun 81, Toko Buku Juanda Jadi Andalan Warga Pontianak Berburu Perlengkapan Sekolah 27/06/2026
  • Hari Keempat Pencarian, Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya Belum Ditemukan 27/06/2026
  • Pemerintah Alokasikan Rp 27 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Pontianak, Abdul Mu’ti: Kalau Ada Korupsi, Lapor ke Saya 27/06/2026
  • Sarawak Undang Pontianak ke BIHAS 2026, Buka Peluang UMKM Halal Tembus Pasar ASEAN 26/06/2026
  • Pontianak Jadi Daerah Ketiga di Indonesia Tebar Eco Enzyme ke Parit Agar Bersih 26/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

ff3cfb5f-268b-46fa-8023-2b032c24bcda
  • Lokal
  • News

Selundupkan Hampir 20 Kg Sabu dari Malaysia, WN Asing Terancam Hukuman Mati

Editor PI 27/06/2026
IMG_8696
  • Lokal
  • News

Berdiri Sejak Tahun 81, Toko Buku Juanda Jadi Andalan Warga Pontianak Berburu Perlengkapan Sekolah

Editor PI 27/06/2026
70759e9f-5ca5-47cb-babb-9709d060edd3
  • Lokal
  • News

Hari Keempat Pencarian, Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya Belum Ditemukan

Editor PI 27/06/2026
IMG_8901
  • Lokal
  • News

Pemerintah Alokasikan Rp 27 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Pontianak, Abdul Mu’ti: Kalau Ada Korupsi, Lapor ke Saya

Editor PI 27/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.