Foto: AP
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menyerang negara-negara Eropa. Dalam konferensi pers usai kunjungannya ke Kyrgyzstan, Putin menyatakan bahwa klaim Barat tentang ancaman Rusia kepada Eropa adalah omong kosong belaka. “Mengatakan bahwa Rusia berencana menyerang Eropa bagi kami, kedengarannya konyol, bukan? Kami tidak pernah merencanakan hal seperti itu,” ujar Putin seperti dikutip dari Russia Today.
Putin bahkan menyatakan kesiapan Rusia untuk memberikan jaminan keamanan tertulis kepada negara-negara Eropa. “Tetapi jika mereka ingin mendengarnya dari kami, ya, baiklah, kami akan menuliskannya, tidak masalah,” tambahnya. Menurut Putin, isu ancaman Rusia sering dimanfaatkan oleh para pemimpin Eropa untuk kepentingan politik domestik dan industri pertahanan mereka, serta menciptakan ilusi bagi rakyatnya.
Namun, di sisi lain, Putin menuntut agar Ukraina menyerahkan wilayah Donbas yang saat ini berada di bawah kendali Rusia. “Perang di Ukraina hanya akan berhenti jika Ukraina menyerahkan wilayah yang diklaim Rusia,” tegas Putin dalam konferensi pers di Bishkek, Kirgistan. Ia mengancam bahwa jika Ukraina tidak bersedia menyerahkan wilayah tersebut, Rusia akan terus menggunakan kekuatan militer untuk merebut wilayah-wilayah lainnya.
Tuntutan Putin ini lebih lunak dibandingkan tuntutan sebelumnya yang meminta Ukraina menyerahkan empat provinsi sekaligus: Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Kini, fokus Putin hanya pada Donbas, yaitu Donetsk dan Luhansk, menurut laporan Reuters. Selain itu, Rusia juga menuntut Ukraina membatalkan ambisi bergabung dengan NATO dan tetap bersikap netral.
Putin menegaskan bahwa Rusia tidak akan tinggal diam terhadap situasi di Eropa, terutama jika militerisasi di kawasan semakin meningkat. “Rusia tidak bisa tinggal diam terhadap situasi di Eropa,” ujarnya dalam pidato panjang di Forum Valdai, Sochi, 2 Oktober 2025. Ia menyalahkan elite Eropa atas berlanjutnya konflik di Ukraina.
Meskipun Putin menegaskan kesiapan untuk diskusi perdamaian dan optimis terhadap draft proposal perdamaian dari Amerika Serikat, ia juga memperingatkan bahwa Rusia akan terus berperang jika dibutuhkan. “Rusia siap tetap berperang jika dibutuhkan dan menguasai lebih banyak wilayah di Ukraina,” kata Putin.
Posisi Putin ini memperlihatkan sikap keras Moskow dalam konflik Ukraina, sekaligus berusaha meyakinkan dunia bahwa Rusia tidak berniat memperluas konflik ke Eropa. Namun, tuntutan penyerahan wilayah dan sikap menolak kehadiran pasukan Barat di Ukraina tetap menjadi penghalang utama bagi proses perdamaian yang sedang digagas oleh negara-negara Barat.
