Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Anton Rawing. (Dok. PIFA/Lydia Salsabila)
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Anton Rawing mengatakan prediksi lonjakan arus mudik di Kalimantan Barat, terjadi H-3 sampai H-1 sebelum lebaran. Sementara itu, arus balik diperkirakan mengalami lonjakan mulai hari kelima setelah Lebaran.
Namun dikatakannya, dibandingkan dengan Pulau Jawa, lonjakan arus mudik di Kalbar diprediksi tidak terlalu signifikan. Sedangkan untuk di sektor transportasi laut, peningkatan jumlah penumpang diperkirakan mulai terjadi pada H-3 hingga H+5 Lebaran.
“Kalau untuk angkutan udara, lonjakan penumpang tidak terlalu signifikan, karena masyarakat telah melakukan pemesanan tiket jauh hari sebelumnya. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mengimbau agar tarif pesawat tetap stabil, untuk turut membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
selain itu ia juga menyoroti untuk jalur darat, khususnya di ruas Jalan Trans Kalimantan yang sempat terendam banjir, saat ini kondisinya sudah mulai surut. Namun, jalan yang berlubang akibat banjir menjadi perhatian utama.
Oleh karena itu, tim gabungan yang terdiri dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) telah bergerak melakukan perbaikan.
“Diperkirakan pada H-5 sebelum Lebaran, jalur tersebut sudah tertangani dan tidak ada lubang yang membahayakan pengendara,”jelasnya.
Untuk memastikan pengawasan yang optimal, Pemprov Kalbar juga akan mendirikan posko terpadu di berbagai titik strategis. Di wilayah perkotaan, posko akan ditempatkan di Kota Pontianak dan Kubu Raya, sedangkan untuk angkutan udara posko akan beroperasi di Bandara Supadio. Untuk transportasi laut, posko akan berada di Pelabuhan Dwikora, dan untuk jalur darat, posko utama akan dipusatkan di Terminal ALBN Ambawang.
Selain itu, di kabupaten/kota, posko akan disiapkan di rest area yang berlokasi di terminal tipe B, yang merupakan kewenangan provinsi. Terminal ini akan menjadi titik masuk dan keluar kendaraan lintas kabupaten dan provinsi. Posko-posko tersebut akan diisi oleh personel gabungan dari Dishub, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, serta TNI di beberapa titik, khususnya yang mengarah ke kawasan perbatasan.
