PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat inflasi year on year (yoy) pada Desember 2025 sebesar 1,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 108,80. Kenaikan harga terjadi hampir di seluruh wilayah dan kelompok pengeluaran, dengan tekanan terbesar berasal dari sektor pangan dan jasa.
Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh Saichudin, menjelaskan inflasi tahunan tersebut menunjukkan dinamika harga barang dan jasa konsumsi masyarakat sepanjang 2025.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kayong Utara sebesar 2,54 persen, sedangkan terendah tercatat di Kota Pontianak sebesar 1,50 persen,” kata Saichudin, Selasa, 6 Januari 2026.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi dipicu oleh kenaikan harga pada sembilan kelompok. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,15 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,87 persen, serta pendidikan sebesar 2,45 persen.
Kenaikan harga juga tercatat pada kelompok transportasi sebesar 1,63 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,04 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,64 persen, kesehatan sebesar 0,61 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,34 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,25 persen.
Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi sebesar 0,74 persen, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,38 persen.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month to month (mtm) Kalimantan Barat pada Desember 2025 sebesar 0,28 persen. Sementara itu, inflasi year to date (ytd) hingga akhir 2025 tercatat sebesar 1,85 persen.
“BPS juga mencatat inflasi month to month (mtm) Kalimantan Barat pada Desember 2025 sebesar 0,28 persen, sedangkan inflasi year to date (ytd) hingga Desember 2025 tercatat sebesar 1,85 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi yoy dan ytd pada Desember 2024 yang masing-masing sebesar 1,71 persen,” tuturnya.
Dari sisi komoditas, inflasi tahunan terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, beras, ikan kembung, cabai rawit, telur ayam ras, ikan baung, mobil, serta angkutan udara. Sementara itu, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi, di antaranya daging ayam ras, bawang putih, sawi hijau, tomat, ikan bawal, daging babi, dan telepon seluler.
Secara spasial, seluruh daerah cakupan IHK di Kalimantan Barat mengalami inflasi yoy pada Desember 2025. Selain Kabupaten Kayong Utara, inflasi juga tercatat di Kabupaten Ketapang sebesar 2,25 persen, Kabupaten Sintang sebesar 2,05 persen, Kota Singkawang sebesar 1,90 persen, serta Kota Pontianak sebesar 1,50 persen.
“Secara umum, tekanan inflasi Desember 2025 masih terkendali. Kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh komoditas kebutuhan sehari-hari dan jasa,” kata Saichudin.
Ia menambahkan, data inflasi tersebut menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam memantau stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat ke depan.
“Informasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga ke depan,” ujarnya.
