PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Kualitas udara di Kota Pontianak pada Sabtu (31/1/2026) pukul 10.00 WIB terpantau berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan data pemantauan IQAir, indeks kualitas udara (AQI) tercatat di angka 124 dengan polutan utama berupa partikel halus PM2.5.
Konsentrasi PM2.5 saat ini tercatat sebesar 45 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut sekitar sembilan kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain PM2.5, kualitas udara Pontianak juga dipengaruhi polutan lain, di antaranya PM10 sebesar 39,5 µg/m³, ozon (O₃) 47,8 µg/m³, nitrogen dioksida (NO₂) 21,2 µg/m³, sulfur dioksida (SO₂) 0,9 µg/m³, dan karbon monoksida (CO) 277,5 µg/m³.
Saat pengukuran dilakukan, suhu udara di Pontianak mencapai 28 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 11,1 kilometer per jam dan tingkat kelembapan udara sebesar 79 persen.
Berdasarkan prakiraan per jam, kualitas udara diprediksi masih berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat bagi kelompok sensitif pada siang hari. Nilai AQI diperkirakan menurun secara bertahap dari 119 pada pukul 11.00 WIB, menjadi 114 pada pukul 12.00 WIB, dan 108 pada pukul 13.00 WIB. Memasuki sore hari, kualitas udara diperkirakan membaik dengan AQI berada di angka 97 pada pukul 15.00 WIB dan 92 pada pukul 16.00 WIB.
Pada malam hari, kualitas udara diproyeksikan semakin membaik dengan AQI berada di kisaran 81 hingga 63. Sementara itu, rata-rata kualitas udara Pontianak pada hari ini diperkirakan berada di angka 74 AQI, yang masuk kategori sedang.
Untuk beberapa hari ke depan, kualitas udara di Pontianak diprediksi cenderung membaik. Pada Minggu (1/2/2026) AQI diperkirakan berada di angka 67, Senin (2/2/2026) di angka 66, dan berpotensi mencapai kategori baik pada Rabu (4/2/2026) dengan AQI sekitar 42.
Masyarakat, khususnya kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan, disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Selain itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar, menutup jendela rumah, serta menggunakan penyaring udara di dalam ruangan dapat membantu mengurangi paparan polusi udara.
