Foto: Dok. Instagram @kfa_indonesia
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Sebuah pesawat latih milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) tergelincir di area landasan pacu (runway) Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (30/1/2026). Insiden itu membuat otoritas bandara terpaksa menutup sementara runway selama kurang lebih satu jam untuk proses evakuasi dan pemeriksaan keamanan.
Menurut General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, penutupan landasan pacu dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tidak ada Foreign Object Debris (FOD) maupun potensi risiko lain yang dapat membahayakan penerbangan berikutnya. “Sebagai langkah keselamatan dan keamanan penerbangan, runway Bandara Internasional Juanda sempat ditutup selama kurang lebih 1 jam untuk proses evakuasi pesawat serta inspeksi menyeluruh pada runway,” ujarnya dilansir CNN Indonesia.
Akibat penutupan sementara tersebut, sembilan penerbangan komersial dialihkan ke bandara lain di sekitar Surabaya. “Dampak dari penutupan sementara tersebut, terdapat sembilan penerbangan yang melakukan pengalihan (divert) ke bandara lain,” kata Tohir.
Pesawat yang tergelincir merupakan jenis Beechcraft Bonanza G36 milik Puspenerbal Juanda dengan nomor registrasi T‑2507. TNI AL mengonfirmasi bahwa pesawat sedang melaksanakan kegiatan latihan penerbangan rutin ketika insiden terjadi saat proses pendaratan. “Pesawat itu sedang melaksanakan kegiatan latihan penerbangan rutin,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL.
Pihak TNI AL menyebut insiden tersebut disebabkan oleh faktor cuaca, khususnya aliran udara ke bawah yang tiba‑tiba serta perubahan arah angin yang mendadak. “Insiden ini terjadi ketika pesawat berada dalam proses pendaratan. Kejadian ini sepenuhnya disebabkan oleh faktor cuaca,” kata Tunggul.
Meski tergelincir, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Instruktur penerbang dan siswa penerbang yang berada di dalam pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat, sementara kerusakan pada pesawat disebut hanya bersifat minor. “Keduanya dalam keadaan selamat,” ungkap Tunggul.
Setelah proses evakuasi dan inspeksi selesai, landasan pacu dinyatakan aman dan operasional penerbangan di Bandara Juanda kembali berjalan normal. Otoritas bandara menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penundaan dan pengalihan penerbangan tersebut.
