Foto: Prokopim Kubu Raya
PONTIANAK INFORMASI, Lokal – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa pemberdayaan kaum perempuan adalah elemen krusial dalam memacu pembangunan manusia serta mempercepat kemajuan daerah. Pernyataan ini disampaikan saat ia menghadiri prosesi wisuda bagi 198 wisudawati Akademi Paradigta Indonesia (API) yang berlangsung di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (7/1/2026).
Sujiwo memberikan apresiasi tinggi terhadap kurikulum Akademi Paradigta yang dinilai mampu mengasah kapasitas dan mentalitas perempuan. Menurutnya, pendidikan di akademi ini memberikan dampak nyata pada kesiapan perempuan untuk terjun langsung dalam gerak pembangunan.
“Dari pelatihan yang ada, terlihat peningkatan kepercayaan diri peserta. Akademi Paradigta juga sejalan dan linier dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.
Lebih lanjut, ia mendorong agar perempuan terus aktif mengawal berbagai program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sujiwo menggambarkan betapa fundamentalnya posisi perempuan dalam struktur masyarakat.
“Peran strategis perempuan adalah sebagai tiang negara sekaligus sekolah pertama bagi anak-anak sebelum mengenal pendidikan formal,” katanya.
Ia berpendapat bahwa menguatkan kapasitas perempuan memiliki efek domino terhadap kualitas generasi penerus. Pendidikan karakter yang diberikan seorang ibu di rumah merupakan tahap awal yang sangat menentukan sebelum anak-anak memasuki institusi pendidikan.
“Saat kita menguatkan perempuan, sama dengan menguatkan fondasi bangsa. Anak-anak belajar pertama itu dari ibu, terutama sebelum mengenal PAUD dan pendidikan formal lainnya,” jelasnya.
Sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah, Sujiwo memastikan bahwa program pemberdayaan ini akan dibarengi dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang solid. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen memperbesar alokasi dana untuk organisasi perempuan, termasuk bagi keberlangsungan program di Akademi Paradigta.
“Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah daerah menambah anggaran untuk honor mentor serta mendorong dukungan kegiatan di tingkat kelurahan dan kecamatan agar perempuan memiliki ruang berkelanjutan untuk belajar dan berkontribusi,” ucapnya.
Hingga saat ini, dampak positif dari kehadiran Akademi Paradigta Indonesia di Kubu Raya telah menyentuh 20 desa, dengan total 198 peserta yang kini telah resmi menyandang status wisudawati dan siap berkontribusi bagi desa masing-masing.
