PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Pelarian Liu Xiaodong, warga negara asing asal China yang berstatus terdakwa kasus dugaan pencurian listrik dan penyalahgunaan bahan peledak di wilayah konsesi PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), menyoroti lemahnya pengawasan terhadap tahanan rumah. Liu diketahui meninggalkan lokasi penahanan yang ditetapkan Pengadilan Negeri Ketapang dan bergerak hingga ke perbatasan Indonesia–Malaysia sebelum akhirnya diamankan petugas Imigrasi di Entikong, Kabupaten Sanggau.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIB Ketapang, Gerry Tri Aryadi, membenarkan kaburnya terdakwa dan menyebut telah menerima penetapan baru dari pengadilan terkait penempatan kembali Liu ke Lapas Ketapang. “Aku belum terinfo kronologinya, tapi tadi aku lihat sudah ada penetapan baru dari Pengadilan untuk dititipkan kembali. Untuk detailnya bisa langsung ke pihak pengawas,” ujar Gerry melalui pesan singkat, Sabtu (7/2/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Liu berstatus sebagai tahanan hakim dengan bentuk penahanan berupa tahanan rumah sejak 4 Februari 2026. Namun, tanpa pengawasan ketat, terdakwa diduga meninggalkan rumah tahanan dan keluar dari wilayah Kabupaten Ketapang tanpa izin, hingga keberadaannya terlacak di Entikong.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Ketapang, Panter Rivay Sinambela, menyatakan pihaknya langsung bergerak menjemput terdakwa setelah mendapat informasi penangkapan oleh Imigrasi. “Iya, benar. Kami sedang dalam perjalanan menuju Entikong untuk menjemput yang bersangkutan,” katanya.
Kasus ini memicu sorotan terhadap mekanisme pengawasan tahanan rumah, khususnya bagi terdakwa berstatus warga negara asing. Penasihat hukum PT Sultan Rafli Mandiri, Wawan Ardianto, mendesak agar dugaan kelalaian tersebut diusut secara menyeluruh. “Ini sudah masuk unsur pidana, membantu orang yang sedang berperkara hukum. Harus diinvestigasi siapa saja yang terlibat, termasuk bagaimana Liu bisa keluar dari tahanan rumah sampai ke Entikong. Tidak mungkin dia berangkat sendiri,” ujarnya.
Diketahui, perkara Liu Xiaodong telah dinyatakan lengkap atau P21 dan tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Ketapang dengan nomor perkara 81/Pid.B/2026/PN Ktp. Berdasarkan jadwal, sidang perdana direncanakan berlangsung pada 19 Februari 2026, sementara status penahanannya sebelumnya ditetapkan sebagai tahanan rumah hingga 5 Maret 2026
