Wali Kota Pontianak Terima Audiensi Gereja dan Tokoh Kristen Bahas Akses Menuju Rumah Ibadah
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menerima audiensi dari perwakilan Gereja GKII Ekklesia, Gereja Isa Almasih (GIA), aras gereja, organisasi kemasyarakatan Kristen, serta unsur Kristen Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak dari unsur Kristen, di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (4/8).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak Ahmad Sudiyantoro, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Rendrayani, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pontianak RM Nasir, serta Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Pontianak Yusnaldi.
Audiensi ini turut dihadiri oleh para gembala jemaat, perwakilan majelis gereja, unsur Kristen Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak dari unsur Kristen, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), serta Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam menyampaikan aspirasi demi kepentingan umat serta terwujudnya solusi yang terbaik.
Audiensi berlangsung dalam suasana yang hangat, penuh keterbukaan, dan semangat kebersamaan untuk membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi atas permasalahan akses menuju rumah ibadah yang selama ini dihadapi oleh jemaat.
Mewakili kedua gereja, Pdt. Mudiantho Musa, M.Th. dari Gereja GKII Ekklesia dan Pdt. Lukas Wayan, M.Th. dari Gereja Isa Almasih (GIA) menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi jemaat terkait akses menuju gereja melalui Jalan Letkol Sugiono pada saat pelaksanaan ibadah hari Minggu.
Dalam pemaparannya, kedua gereja menjelaskan bahwa kondisi tersebut menyebabkan banyak jemaat harus menempuh akses yang lebih sulit sebelum tiba di gereja. Situasi ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan umat dalam mempersiapkan diri mengikuti ibadah, tetapi juga berdampak pada berkurangnya jumlah kehadiran jemaat. Bahkan, sebagian jemaat memilih beribadah di gereja lain yang lebih mudah dijangkau. Selain itu, kedua gereja juga mengalami kendala dalam menjangkau dan menyambut jemaat baru karena keterbatasan akses menuju lokasi gereja.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan secara santun dan konstruktif. Beliau menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak akan mempelajari dan menindaklanjuti berbagai masukan yang telah disampaikan dalam audiensi tersebut guna mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik, termasuk dalam melaksanakan ibadah.
Forum menyambut baik tanggapan dan komitmen Wali Kota Pontianak untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan. Seluruh peserta audiensi berharap agar proses pembahasan dan koordinasi dapat terus dilakukan sehingga menghasilkan solusi yang terbaik, dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan, kerukunan, serta saling menghormati.
Melalui audiensi ini, seluruh pihak berharap komunikasi dan sinergi antara pemerintah, gereja, aras gereja, organisasi kemasyarakatan Kristen, serta unsur Kementerian Agama dan FKUB dapat terus terjalin dengan baik. Semangat dialog, musyawarah, dan kolaborasi diharapkan menjadi landasan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga tercipta solusi yang mengedepankan kepentingan bersama, memperkuat kerukunan umat beragama, serta mewujudkan Kota Pontianak yang aman, harmonis, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh warganya.
