Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Strategi Kementerian PPPA Hapuskan Pekerja Anak di Indonesia
  • Nasional
  • News

Strategi Kementerian PPPA Hapuskan Pekerja Anak di Indonesia

Editor PI 17/06/2022
IPM Kalbar

Ilustrasi Indeks Pembangunan Manusia. (Freepik)

Berita Nasional, PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) bakal menerapkan sejumlah strategi untuk menghapuskan pekerja anak di Indonesia sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak di Indonesia.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga menerangkan bahwa penghapusan pekerja anak di Indonesia merupakan salah satu dari lima arahan prioritas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Kementerian PPPA.

“Untuk itu kami menargetkan jumlah pekerja anak usia 10-17 tahun yang bekerja, bisa terus kita turunkan angkanya sampai serendah-rendahnya,” kata dia, dikutip dari laman Kementerian PPPA, Kamis (17/06/2021).

Lebih lanjut, mengutip data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2020, Menteri PPPA menyampaikan, jumlah pekerja anak mencapai 392.061, turun sebanyak 41.005 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Bintang mengatakan, sejumlah strategi diterapkan antara lain dengan mengembangkan basis data pekerja anak, memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemangku kepentingan terkait pekerja anak, dan mainstreaming isu pekerja anak dalam kebijakan dan program perlindungan khusus anak di kabupaten/kota.

Selanjutnya mengembangkan model desa ramah perempuan dan peduli anak sebagai pendekatan untuk pencegahan pekerja anak, mengembangkan pemantauan dan remidiasi pekerja anak, serta mengoordinasikan untuk penanggulangan pekerja anak pada empat sektor prioritas yakni pertanian, perikanan, jasa, dan pariwisata.

Lebih lanjut Menteri PPPA menekankan pentingnya untuk segera menghentikan praktik pekerja anak karena mendatangkan dampak yang luas meliputi dampak sosial, fisik, dan emosi pada anak.

“Dampak sosialnya, tidak berkesempatan untuk sekolah, atau bermain dengan teman sebaya. Sebagai pekerja anak dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit. Secara emosi, dapat menyebabkan terjadinya eksploitasi, kasar, pendendam, rendah empati,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Bintang, sejumlah faktor pendorong keberadaan pekerja anak di Indonesia harus menjadi perhatian agar tidak semakin memicu jumlah pekerja anak di Tanah Air. Faktor pendorong tersebut di antaranya kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, serta terbatasnya pemantauan dan pengawasan terhadap pekerja anak. Selain itu terdapat juga faktor tradisi, kurangnya fasilitas untuk anak-anak, dan anak putus sekolah.

Tags: Nasional

Continue Reading

Previous: Edi Kamtono: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
Next: Kloter Dua Jamaah Haji Kalbar Menuju Madimah

Related Stories

IMG_5173
  • Lokal
  • News
  • Sports

JTEKT Stings Aichi Sabet Peringkat Ketiga AVC 2026 usai Bekuk Hyundai Skywalkers

Editor PI 17/05/2026
e14d0731-b843-4548-ab82-22ae12cc2f02
  • Lokal
  • News
  • Sports

Foolad Sirjan Iranian Singkirkan JTEKT Stings, Tantang Bhayangkara di Final AVC

Editor PI 17/05/2026
e571bfcd-bdca-4a2b-9843-bd2cdcdc3885
  • Lokal
  • News
  • Sports

Bhayangkara Presisi Singkirkan Juara Liga Korea, Melaju ke Final AVC Champions League 2026

Editor PI 17/05/2026

Berita Terbaru

  • JTEKT Stings Aichi Sabet Peringkat Ketiga AVC 2026 usai Bekuk Hyundai Skywalkers 17/05/2026
  • Foolad Sirjan Iranian Singkirkan JTEKT Stings, Tantang Bhayangkara di Final AVC 17/05/2026
  • Bhayangkara Presisi Singkirkan Juara Liga Korea, Melaju ke Final AVC Champions League 2026 17/05/2026
  • MABT Indonesia Gelar Rakernas ke-1 di Kalbar, Fokus Benahi AD/ART dan Penguatan Organisasi 16/05/2026
  • Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Kejurnas Motoprix 16/05/2026
  • Wawako Bahasan Sebut MTQ Kecamatan Lahirkan Bibit Unggul Qari-Qariah 16/05/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_5173
  • Lokal
  • News
  • Sports

JTEKT Stings Aichi Sabet Peringkat Ketiga AVC 2026 usai Bekuk Hyundai Skywalkers

Editor PI 17/05/2026
e14d0731-b843-4548-ab82-22ae12cc2f02
  • Lokal
  • News
  • Sports

Foolad Sirjan Iranian Singkirkan JTEKT Stings, Tantang Bhayangkara di Final AVC

Editor PI 17/05/2026
e571bfcd-bdca-4a2b-9843-bd2cdcdc3885
  • Lokal
  • News
  • Sports

Bhayangkara Presisi Singkirkan Juara Liga Korea, Melaju ke Final AVC Champions League 2026

Editor PI 17/05/2026
IMG_5095
  • Lokal
  • News

MABT Indonesia Gelar Rakernas ke-1 di Kalbar, Fokus Benahi AD/ART dan Penguatan Organisasi

Editor PI 16/05/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.