PONTIANAK INFORMASI – Aksi sigap seorang satpam bernama Hendrianus Sapta (23) yang menggagalkan dugaan pencurian helm di Klinik Pratama Pacificus Bos di Jalan Merdeka, Pontianak pada Selasa (4/8/2026) tengah menjadi sorotan.
Meski sempat dipukul dan terlibat baku hantam dengan pelaku, Hendrianus tetap mengejar hingga berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku.
Saat ditemui, Hendrianus mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, ia sedang berada di dalam klinik tengah berbincang dengan rekannya. Namun, pantulan kaca pintu membuatnya curiga melihat gerak-gerik dua pria di area parkir.
Hendrianus sendiri baru sekitar delapan bulan bekerja sebagai petugas keamanan di klinik tersebut.
“Saya lagi di dalam ngobrol sama kawan. Tidak lama saya lihat pantulan dari kaca pintu ada yang mencurigakan. Pas keluar, saya lihat dia langsung ambil helm, langsung saya kejar,” kata Hendrianus saat ditemui, Rabu (5/8).
Pengejaran berlanjut hingga ke tepi jalan. Ia mengatakan salah seorang terduga pelaku sempat melawan dengan memukulnya menggunakan tangan hingga helm.
“Lari sambil berantem di tepi jalan. Saya dipukul, saya tangkis, terus saya pukul balik. Saya minta tolong sama orang di sekitar. Satu pelaku jatuh, sementara temannya berhasil kabur,” ujarnya.
Setelah berhasil mengamankan pelaku, Hendrianus sempat memborgolnya. Namun borgol yang digunakan ternyata sudah rusak karena lama tidak dipakai.
“Saya borgol, ternyata borgolnya lepas. Akhirnya saya pegang terus, lalu ada pegawai klinik yang bantu kasih isolasi untuk mengikat tangan dan kakinya,” ungkapnya.
Hendrianus mengatakan aksi penangkapan itu pun sempat heboh dan membuat warga berdatangan . Ia mengatakan warga yang melihat sempat ingin menghakimi terduga pelaku. Namun ia berusaha menenangkan massa agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri.
“Orang ramai minta dibuka (pagar) waktu saya amankan (pelaku), mau diamuk massa. Saya bilang jangan, tahan-tahan saja,” katanya.
Hendrianus mengaku baru pertama kali menghadapi kejadian seperti ini. Meski demikian ia mengatakan dirinya tidak merasa takut. Baginya, tindakan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai petugas keamanan.
“Tidak ada rasa takut, namanya tugas. Pakai pakaian dinas, ya harus siap dengan risikonya, dipukul atau apa pun,” ujarnya.
Saat ini dua orang pelaku telah diamankan oleh pihak berwajib. Kata Hendri, kedua terduga pelaku masih berusia relatif muda. Salah satunya diperkirakan berusia sekitar 20 tahun, sementara rekannya berusia lebih tua.
Pria asal Kabupaten Landak itu berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bagi para pelaku kejahatan.
“Mudah-mudahan ini jadi efek jera. Saya juga kasihan sebenarnya, makanya kemarin saya tidak kasih massa menghakimi,” tuturnya.
