PONTIANAK INFORMASI – Aplikasi transportasi online lokal, Kite Antar, resmi mulai beroperasi di Kota Pontianak. Platform yang dikembangkan putra daerah Kalimantan Barat itu hadir sebagai alternatif layanan transportasi dan pengantaran barang dengan menawarkan potongan komisi yang lebih rendah bagi mitra pengemudi.
Peluncuran ditandai dengan pelepasan rombongan mitra pengemudi di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (30/7). Sebelumnya, rombongan juga melakukan konvoi dari Kantor DPRD Kalbar dan Kantor Gubernur Kalbar sebelum berkeliling Kota Pontianak.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak Syamsul Akbar mengatakan, pemerintah mendukung inovasi digital yang lahir dari sumber daya manusia lokal.
“Kita mendukung hadirnya Kite Antar sebagai aplikasi yang dikembangkan oleh putra-putri daerah. Semoga dapat memberikan kontribusi bagi kemudahan transportasi dan layanan antar bagi masyarakat Kota Pontianak,” katanya.
Menurut Syamsul, kehadiran aplikasi lokal tidak hanya memberikan pilihan layanan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem digital di daerah.
Sementara itu, Manager Operasional PT Kite Antar Teknologi, Yudhiansyah, mengatakan aplikasi tersebut dirancang dengan skema yang lebih menguntungkan bagi mitra pengemudi maupun pelaku usaha.
Ia menjelaskan, Kite Antar hanya menerapkan potongan layanan sebesar lima persen tanpa biaya tambahan lainnya.
“Dengan potongan yang lebih kecil, pengemudi memperoleh pendapatan yang lebih optimal. Di sisi lain, tarif yang dibayar masyarakat juga lebih murah sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Kebijakan serupa juga diterapkan kepada merchant. Potongan layanan tetap lima persen, sedangkan penyesuaian dilakukan pada harga yang ditampilkan di aplikasi agar keuntungan pelaku usaha tetap terjaga.
Menurut Yudhiansyah, Kite Antar merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh tim asal Kalimantan Barat, yang berasal dari Pontianak, Singkawang, Sambas, Pemangkat, Tebas, hingga Sintang.
Saat ini layanan tersebut telah beroperasi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dengan sekitar 200 mitra pengemudi dan puluhan merchant yang telah bergabung. Aplikasi Kite Antar juga sudah tersedia untuk diunduh melalui Play Store dan App Store.
Yudhiansyah berharap kehadiran Kite Antar dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat sekaligus membuktikan bahwa inovasi digital karya anak daerah mampu bersaing dan berkembang di Kalimantan Barat.
