Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Dejan/Apriyani Terhenti di Semifinal, Kalah Dua Gim dari Wakil China
  • Lokal
  • News
  • Sports

Dejan/Apriyani Terhenti di Semifinal, Kalah Dua Gim dari Wakil China

Editor PI 05/09/2026
f0ff9f8b-e0a3-44be-9b3e-42b239b86198

PONTIANAK INFORMASI – Langkah ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu harus terhenti di babak semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.

Tampil di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Sabtu (5/9/2026), Dejan/Apriyani harus mengakui keunggulan pasangan China Ma Xi Xiang/Qin Hui Zi dalam dua gim langsung.

Dejan/Apriyani kalah dengan skor 16-21 dan 13-21. Hasil tersebut membuat mereka gagal melangkah ke partai final turnamen BWF World Tour Super 100 tersebut.

Pada gim pertama, Dejan/Apriyani sebenarnya mampu memberikan perlawanan sejak awal. Setelah tertinggal 0-2, mereka terus mengejar hingga beberapa kali menyamakan kedudukan.

Skor sempat sama kuat 4-4, 5-5, 6-6 hingga 7-7. Namun, setelah itu pasangan China mulai mengambil kendali permainan.

Ma/Qin menjauh 9-7 dan kemudian 11-7. Keunggulan tersebut terus dipertahankan hingga mereka memimpin 13-7, 16-8 dan 19-11.

Dejan/Apriyani sempat menunjukkan perlawanan dengan memangkas jarak menjadi 14-19. Mereka bahkan kembali mendekat 16-20.

Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. Ma/Qin akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16.

Memasuki gim kedua, Dejan/Apriyani kembali tertinggal sejak awal. Pasangan China mampu membuka keunggulan 4-0.

Dejan/Apriyani sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-5. Namun, Ma/Qin kembali menjauh hingga 8-3, 10-4 dan 11-5.

Dejan/Apriyani berusaha mengejar dan sempat mendekat 11-7 serta 12-8. Namun, pasangan China mampu menjaga jarak.

Ma/Qin kemudian terus menambah keunggulan hingga 16-8, 17-10 dan 19-11 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-13.

Fokus Naik Turun

Dejan mengakui hasil tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka. Ia juga menilai permainan yang ditampilkan belum maksimal.

Menurutnya, kondisi fisik turut memengaruhi fokus di lapangan. Namun, Dejan tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan atas kekalahan.

“Hasilnya tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Tapi kita sudah mencoba berusaha sebisa kita, semaksimal mungkin,” ujar Dejan.

Ia mengakui kemampuan terbaik mereka tidak sepenuhnya keluar dalam pertandingan semifinal.

“Memang hasilnya belum dan tadi di permainan juga secara permainan tidak maksimal, permainannya tidak keluar. Mungkin kondisi juga memengaruhi. Bukan sebuah alasan, tapi akhirnya fokusnya hilang-hilangan,” katanya.

Apriyani juga mengakui kondisi fisik menjadi salah satu tantangan dalam menjaga konsentrasi selama pertandingan.

Padahal, pola permainan lawan sudah mereka pelajari sejak pagi melalui rekaman pertandingan. Namun, persiapan tersebut belum sepenuhnya dapat diterapkan ketika pertandingan berlangsung.

“Kalau untuk pola permainan sebenarnya sudah lihat tadi pagi. Memang balik lagi, bukan menjadi alasan, tapi cukup apa ya, fokusnya jadi naik turun karena kondisi juga,” ungkap Apriyani.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Dejan yang dinilainya telah berjuang maksimal sejak babak sebelumnya.

“Saya juga terima kasih untuk Dejan karena dia mau mengupayakan yang terbaik di lapangan. Sudah mati-matian dari kemarin sampai hari ini,” ujarnya.

Jadi Modal untuk Terus Berkembang

Meski gagal mencapai final, Dejan menilai perjalanan mereka di Pontianak tetap memberikan banyak hal positif.

Bagi pasangan tersebut, penampilan di Indonesia Masters menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kualitas permainan. Bahkan, Dejan melihat perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan penampilan mereka di turnamen sebelumnya di Taipei.

“Ini modal awal yang baik untuk kita. Karena kalau kita bandingkan dengan Taipei kemarin, pertama kali, di sini sangat improve,” jelasnya.

Menurut Dejan, perkembangan tersebut terlihat dari berbagai aspek, mulai dari persiapan, latihan, adaptasi di lapangan hingga pertandingan.

“Persiapan, latihan, nge-fight di lapangan, pertandingan juga. Kita dapat modal yang bagus untuk evaluasi nanti di belakang, setelah latihan,” katanya.

Karena itu, Dejan tetap bersyukur dengan pengalaman yang mereka dapatkan selama tampil di Pontianak.

“Saya sangat senang di sini dengan hasil-hasil yang kita dapat. Karena banyak banget pelajaran dan evaluasi juga yang bisa kita perbaiki di luar dan di lapangan,” tuturnya.

Apriyani pun menilai perjalanan mereka di Pontianak harus menjadi bagian dari proses untuk terus berkembang sebagai pasangan.

Ia dan Dejan akan membawa berbagai catatan dari pertandingan semifinal untuk diperbaiki dalam latihan maupun pertandingan berikutnya.

“Sekiranya ini bisa menjadi modal juga. Saya dan Dejan juga harus terus belajar supaya bisa lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya,” ujar Apriyani.

Dejan memastikan mereka tidak akan berhenti melakukan evaluasi. Kekalahan di semifinal menjadi bahan untuk memperbaiki kekurangan sekaligus mempertahankan hal-hal positif yang sudah terlihat selama turnamen.

“Semoga ke depannya kita pasti berusaha terus untuk improve, dan semoga ke depannya kita bisa mendapatkan hasil yang lebih-lebih lagi,” pungkasnya.

Perjalanan Dejan/Apriyani di Pontianak pun berakhir di empat besar. Meski gagal ke final, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi pasangan ini untuk terus berkembang dan memburu hasil yang lebih baik di turnamen berikutnya.

Tags: badminton bulu tangkis Dejan/Apriyani Polytron Pontianak Polytron Pontianak Indonesia Master Super 100

Continue Reading

Previous: Kehilangan Momentum, Rehan/Melati Gagal Tembus Final Indonesia Masters di Pontianak
Next: Event Bulu Tangkis Menggila di Pontianak, Liliyana Natsir: Layak Jadi The Next Istora

Related Stories

967c00f1-a36b-4a0d-b496-e6fa2544b463
  • Lokal
  • News
  • Sports

Event Bulu Tangkis Menggila di Pontianak, Liliyana Natsir: Layak Jadi The Next Istora

Editor PI 05/09/2026
IMG_8390
  • Lokal
  • News
  • Sports

Kehilangan Momentum, Rehan/Melati Gagal Tembus Final Indonesia Masters di Pontianak

Editor PI 05/09/2026
cf0adce3-c775-4e4c-be10-ee105c80d0cc
  • Lokal
  • News

Kasus ISPA di Pontianak Tembus 300 Per Hari, Dinas Kesehatan Siapkan Oksigen Gratis untuk Warga

Editor PI 05/09/2026

Berita Terbaru

  • Event Bulu Tangkis Menggila di Pontianak, Liliyana Natsir: Layak Jadi The Next Istora 05/09/2026
  • Dejan/Apriyani Terhenti di Semifinal, Kalah Dua Gim dari Wakil China 05/09/2026
  • Kehilangan Momentum, Rehan/Melati Gagal Tembus Final Indonesia Masters di Pontianak 05/09/2026
  • Kasus ISPA di Pontianak Tembus 300 Per Hari, Dinas Kesehatan Siapkan Oksigen Gratis untuk Warga 05/09/2026
  • Pastikan Aman Dikonsumsi Warga, Wako Edi Minum Air Tawar di Booster Imam Bonjol 05/09/2026
  • Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Juli Bekukan Izin 5 Korporasi Terkait Karhutla di Kalbar 05/09/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

967c00f1-a36b-4a0d-b496-e6fa2544b463
  • Lokal
  • News
  • Sports

Event Bulu Tangkis Menggila di Pontianak, Liliyana Natsir: Layak Jadi The Next Istora

Editor PI 05/09/2026
f0ff9f8b-e0a3-44be-9b3e-42b239b86198
  • Lokal
  • News
  • Sports

Dejan/Apriyani Terhenti di Semifinal, Kalah Dua Gim dari Wakil China

Editor PI 05/09/2026
IMG_8390
  • Lokal
  • News
  • Sports

Kehilangan Momentum, Rehan/Melati Gagal Tembus Final Indonesia Masters di Pontianak

Editor PI 05/09/2026
cf0adce3-c775-4e4c-be10-ee105c80d0cc
  • Lokal
  • News

Kasus ISPA di Pontianak Tembus 300 Per Hari, Dinas Kesehatan Siapkan Oksigen Gratis untuk Warga

Editor PI 05/09/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.