PONTIANAK INFORMASI – Gairah masyarakat Kalimantan Barat terhadap bulu tangkis begitu terasa dalam penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Tak hanya memenuhi tribun untuk menyaksikan pertandingan, ratusan penggemar juga menyerbu agenda meet and greet bersama dua legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir dan Debby Susanto, di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Sabtu (5/9/2026).
Kehadiran dua legenda nasional tersebut langsung disambut antusias. Para penggemar memanfaatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung melalui sesi tanya jawab sekaligus mendekat dengan sosok yang pernah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.
Suasana semakin meriah ketika Liliyana Natsir dan Debby Susanto melayani para penggemar yang meminta tanda tangan. Berbagai merchandise dibawa untuk mendapatkan tanda tangan kedua legenda tersebut.
Antusiasme serupa juga terlihat saat pertandingan semifinal berlangsung. Tribun GOR Terpadu Ahmad Yani dipenuhi penonton yang datang memberikan dukungan kepada para atlet.
GOR Terpadu Ahmad Yani sendiri memiliki kapasitas sekitar 4.000 hingga 5.000 penonton. Penuhnya tribun menjadi gambaran besarnya minat masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat terhadap olahraga tepok bulu.
Liliyana Ingin Pontianak Punya Atmosfer seperti Istora
Melihat antusiasme tersebut, Liliyana Natsir mengaku kagum. Ia berharap dukungan masyarakat semakin besar saat pertandingan final Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 berlangsung pada Minggu (6/9/2026).
“Kita berharap besok pada final penonton semakin ramai hingga GOR Terpadu Ahmad Yani bisa menjadi the next Istora Senayan,” ujar Liliyana.
Menurutnya, kehadiran suporter dalam jumlah besar bukan sekadar membuat suasana pertandingan menjadi meriah. Dukungan dari tribun juga dapat memberikan energi tambahan bagi atlet yang sedang berjuang di lapangan.
“Semangat suporter sangat luar biasa. Itu penting. Kita ingin memberikan yang terbaik dan kita mendapatkan tambahan energi,” katanya.
Harapan menjadikan GOR Terpadu Ahmad Yani sebagai the next Istora Senayan pun bukan hanya soal jumlah kursi penonton.
Istora Senayan di Jakarta selama ini dikenal sebagai salah satu arena bulu tangkis legendaris Indonesia dan menjadi saksi berbagai pertandingan bergengsi. Arena tersebut memiliki kapasitas sekitar 7.100 penonton.
Sementara itu, atmosfer yang tercipta selama Indonesia Masters menunjukkan bahwa Pontianak memiliki modal penting untuk membangun identitas sebagai salah satu kota dengan basis penggemar bulu tangkis yang kuat.
Antusiasme penonton, dukungan terhadap atlet, serta konsistensi penyelenggaraan turnamen menjadi faktor yang dapat memperkuat posisi Pontianak sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan pertandingan bulu tangkis nasional maupun internasional.
Penonton Ingin Turnamen Internasional Kembali
Antusiasme tersebut juga dirasakan langsung oleh para penonton.
Susanti, salah seorang penonton Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, mengaku senang dapat menyaksikan pertandingan secara langsung sekaligus mengikuti agenda meet and greet bersama Liliyana Natsir dan Debby Susanto.
Menurutnya, kehadiran dua legenda tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ramainya penonton juga menunjukkan bahwa olahraga bulu tangkis memiliki basis penggemar yang besar di Pontianak dan Kalimantan Barat.
“Kita berharap turnamen internasional seperti Indonesia Masters dapat kembali digelar di Pontianak sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih banyak menyaksikan atlet-atlet terbaik secara langsung,” harap Susanti.
Ia menilai, jika turnamen berlevel Super 100 terus digelar dan mendapatkan dukungan penonton seperti saat ini, Pontianak memiliki peluang untuk semakin dikenal sebagai salah satu kota dengan atmosfer bulu tangkis terbaik di Indonesia.
Kemeriahan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 akhirnya tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet untuk memperebutkan gelar juara.
Turnamen tersebut juga memperlihatkan besarnya gairah masyarakat Kalimantan Barat terhadap bulu tangkis. Dari tribun yang penuh hingga antusiasme saat bertemu para legenda, kecintaan terhadap olahraga ini terlihat begitu nyata.
Jika dukungan tersebut terus terjaga dan turnamen internasional kembali digelar secara konsisten, GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak berpeluang menjadi salah satu venue yang diperhitungkan dalam kalender bulu tangkis nasional maupun internasional.
Dan dari tribun yang penuh serta suara suporter yang terus menggema, mimpi menjadikan Pontianak sebagai “the next Istora Senayan” perlahan mulai menemukan pijakannya.
