PONTIANAK INFORMASI – Festival Musik digelar di Taman Alun-Alun Kapuas Pontianak pada 21–22 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Budak Melayu Pontianak ini menghadirkan pertunjukan musik dengan memadukan unsur hiburan, budaya, dan seni, Jumat (21/08/26).
Komunitas Budak Melayu Pontianak merupakan komunitas baru yang menjadi wadah bagi anak-anak Pontianak. Melalui festival ini, komunitas tersebut turut menghadirkan ruang berkegiatan bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan unsur budaya lokal melalui musik dan pertunjukan tradisional.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, mengatakan pelaksanaan festival tahun ini memiliki konsep yang sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Unsur tradisional, budaya, dan seni lebih ditonjolkan dalam rangkaian kegiatan.
“Konsep festival musiknya ini, khusus tahun ini sedikit berbeda. Kita coba menampilkan sedikit warna tradisionalnya. Kemudian ada budayanya, kemudian ada seninya,” ujar Rizal.
Selain menghadirkan unsur budaya, festival ini juga melibatkan band-band lokal Kota Pontianak. Rizal mengatakan keterlibatan musisi lokal menjadi bagian dari upaya memberdayakan pelaku musik daerah sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurut Rizal, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk lebih mengenal kultur, budaya, dan seni yang ada di Kota Pontianak.
Ia berharap perkembangan dunia modern tetap dapat berjalan beriringan dengan nilai kultural dan historis yang dimiliki Kota Pontianak.
“Bagaimana partisipasi, toleransi, kemudian empati, sama-sama kita membuat ini. Tanpa menghilangkan kultural, historisnya, budayanya,” katanya.
Festival Musik Pontianak berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan sejumlah penampilan musik. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi komunitas dan musisi lokal untuk berekspresi sekaligus mempertemukan hiburan dengan upaya mengenalkan budaya kepada masyarakat.
