PONTIANAK INFORMASI – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini seiring dengan meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di daerah tersebut selama musim kemarau.
Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat pada Senin (3/8), pukul 00.00–16.00 WIB, Ketapang menjadi kabupaten dengan jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Barat, yakni mencapai 221 hotspot.
Dari total tersebut, sebanyak 193 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 26 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan dua titik tingkat kepercayaan rendah. Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 607 hotspot di Kalimantan Barat dalam periode yang sama.
Pantauan di sejumlah kawasan Kota Ketapang menunjukkan kabut tipis mulai terlihat, terutama pada pagi dan sore hari. Partikel asap hasil kebakaran juga mulai menyebar di udara sehingga jarak pandang tampak sedikit berkurang.
Dampaknya mulai dirasakan warga. Rudi (38) mengaku dirinya dan anggota keluarganya mulai mengalami batuk sejak kabut asap muncul dalam beberapa hari terakhir.
“Sejak pagi langit terlihat berkabut. Bau asap juga mulai tercium, terutama saat keluar rumah. Mudah-mudahan tidak semakin parah seperti beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Siti (42). Perempuan yang bekerja di lapangan itu mengaku kini harus menggunakan masker saat beraktivitas karena kabut mulai terasa mengganggu.
“Kalau pagi dan sore memang terasa lebih berkabut. Kami khawatir kalau kondisi ini terus berlangsung bisa berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak,” katanya.
Meningkatnya jumlah titik panas di Ketapang terjadi di tengah status siaga darurat bencana asap di Kalimantan Barat akibat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengingatkan sebagian besar wilayah Kalbar saat ini memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta terus memantau informasi cuaca dari instansi resmi guna mengantisipasi dampak musim kemarau.
