PONTIANAK INFORMASI – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan 20 unit mesin pemadam api kepada enam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) sebagai upaya memperkuat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (3/8).
Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, mengatakan bantuan tersebut merupakan penguatan kapasitas di tingkat tapak agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
“Penyerahan bantuan peralatan ini adalah wujud konkret penguatan kapasitas di tingkat tapak guna mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang secara langsung akan memitigasi pelepasan emisi karbon,” kata Adi Yani usai penyerahan alat di Aula Rimbawan DLHK Kalbar.
Enam UPT KPH yang menerima bantuan tersebut yakni KPH Wilayah Bengkayang, Kayong, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau.
Menurut Adi Yani, mesin pemadam nantinya dapat dimanfaatkan oleh kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk DLHK dan dibina oleh masing-masing KPH untuk penanganan karhutla di desa-desa rawan kebakaran.
Ia juga mengingatkan para kepala KPH dan operator pompa agar merawat seluruh peralatan dengan baik sehingga selalu siap digunakan saat dibutuhkan.
“Agar peralatan ini selalu dalam kondisi siap pakai dan mampu meminimalisir risiko karhutla di wilayah kerja masing-masing,” ujarnya.
Adi Yani mengungkapkan penanganan karhutla di Indonesia telah mengalami banyak perubahan dibandingkan masa lalu. Ia mencontohkan kebakaran besar pada 1997 yang saat itu masih minim peralatan dan belum didukung regulasi yang tegas.
“Dulu memadamkan api sampai dibantu pihak Bomba dari negeri tetangga. Setelah kebakaran berulang, kita mulai melatih tim pemadam dan mendorong penerapan sanksi,” katanya.
Ia menambahkan, kebakaran hutan tidak hanya menyebabkan hilangnya tutupan hutan, tetapi juga meningkatkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi lahan. Karena itu, pemerintah juga terus mendorong kegiatan rehabilitasi dan penanaman pohon untuk meningkatkan penyerapan emisi.
Bantuan mesin pemadam ini merupakan bagian dari Program Penguatan dan Perluasan Dukungan untuk Pelaksanaan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kalimantan Barat yang didanai melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF). Dana tersebut dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Bentang Kalimantan Tangguh (BKT).
Mewakili Direktur Bentang Kalimantan Tangguh, Khairuddin Zacky mengatakan penyerahan alat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan petugas di lapangan.
“Kerja sama dan sinergi antara DLHK Provinsi Kalbar, BKT, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem DLHK Kalbar, Hairil Anwar, menyebut Kalbar berhasil mencatatkan penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Capaian tersebut menjadi dasar diperolehnya dukungan pendanaan untuk berbagai program perubahan iklim, termasuk pengadaan mesin pemadam kebakaran.
