PONTIANAK INFORMASI – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalimantan Barat menggelar Lokakarya Kepemimpinan Perempuan Penyandang Disabilitas bertajuk Mewujudkan Aksi Iklim yang Inklusif dan Berkeadilan Gender di Hotel Orchadz Pontianak, Senin (3/8).
Kegiatan yang didukung The Asia Foundation melalui Program IN-CLIMATE (Inclusive Climate Action) itu diikuti 79 peserta, termasuk sembilan penyandang disabilitas muda dari berbagai ragam disabilitas, seperti tuli, daksa, netra, intelektual, dan rungu.
Acara turut dihadiri Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar Sefpri Kurniadi yang mewakili Gubernur Kalbar, Ketua Umum HWDI Pusat Revita Alvi, serta perwakilan The Asia Foundation, Siti Adijatiningsih.
Dalam sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan Sefpri Kurniadi, Pemerintah Provinsi Kalbar mengapresiasi inisiatif HWDI dan The Asia Foundation yang dinilai mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam isu perubahan iklim.
“Setiap manusia diciptakan dengan potensi luar biasa yang beragam. Penyandang disabilitas bukan sekadar kelompok penerima manfaat, melainkan subjek dan aktor penting pembangunan yang memiliki peran, pengalaman, serta kapasitas kepemimpinan yang sangat bernilai,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen mewujudkan kesetaraan di berbagai sektor, termasuk dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Ia juga mendorong penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak ragu mengambil peran sebagai pemimpin.
“Suara dan kontribusi Anda sekalian sangat berarti bagi kemajuan daerah ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua HWDI Kalbar Linda Fardini mengatakan lokakarya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep disabilitas berbasis hak asasi manusia serta prinsip-prinsip inklusi.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai keterkaitan antara krisis iklim, isu gender, dan disabilitas, termasuk pentingnya penyediaan akomodasi yang layak dalam pelayanan publik maupun penyelenggaraan kegiatan.
“Kami juga ingin mendorong komitmen peserta agar mampu mengintegrasikan perspektif disabilitas dalam kebijakan dan program aksi iklim di institusinya masing-masing,” ujar Linda.
Ia menjelaskan, melalui Program IN-CLIMATE, HWDI bersama The Asia Foundation telah menyusun Modul Pengembangan Kapasitas Disabilitas Inklusif dalam Aksi Iklim. Modul tersebut disusun melalui proses kajian, konsultasi, hingga pelatihan bagi calon fasilitator dari berbagai ragam disabilitas.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan agar mampu mengidentifikasi hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas, menyediakan akomodasi yang layak, menerapkan etika interaksi yang tepat, serta mengintegrasikan perspektif disabilitas dalam setiap kebijakan maupun program aksi iklim.
HWDI berharap semakin banyak perempuan penyandang disabilitas yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan menjadi bagian penting dalam upaya menghadapi tantangan perubahan iklim secara inklusif dan berkeadilan.
