PONTIANAK INFORMASI – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak dan pengelola atau asosiasi Pasar Flamboyan segera duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang menyebabkan penumpukan sampah hingga viral di media sosial.
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial memperlihatkan sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Flamboyan selama dua hari, pada Sabtu (18/7/26). Penumpukan sampah itu bukan terjadi karena keterlambatan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, tetapi layanan pengangkutan memang dihentikan sementara lantaran pihak asosiasi pedagang dinilai wanprestasi atau tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian kerja sama dengan DLH.
Menurut Satarudin, persoalan tersebut tidak boleh kembali terjadi karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekaligus mencoreng wajah Kota Pontianak.
“Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Terkait penumpukan sampah di Pasar Flamboyan, saya berharap antara asosiasi dan dinas terkait duduk bersama membicarakan masalah ini,” kata Satarudin.
Ia mengatakan selama ini sampah di Pasar Flamboyan diangkut setiap hari oleh DLH. Karena itu, ia menduga ada persoalan komunikasi yang menyebabkan layanan pengangkutan sempat terhenti.
“Mungkin ada komunikasi yang tersumbat atau bagaimana, sehingga sampah kemarin sempat tidak terangkut. Tapi sekarang kan sudah diangkut,” ujarnya.
Satarudin menegaskan DPRD juga akan ikut memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana memanggil DLH dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Pontianak untuk meminta penjelasan.
“Nanti kami akan memanggil dinas terkait, pertama DLH dan Disperindag, untuk membicarakan masalah ini. Kenapa sampai ada sampah yang menumpuk dan viral baru diangkut,” katanya.
Ia menilai persoalan tersebut menjadi perhatian publik karena selama ini pengelolaan sampah di Kota Pontianak dinilai cukup baik.
“Ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Biasanya sampah bersih, tiba-tiba terjadi penumpukan dan viral. Nanti kita akan cari informasi lebih detail agar ada solusi dan tidak terulang lagi,” tutupnya.
