PONTIANAK INFORMASI – Pameran Borneo Metamorfosa menghadirkan karya seni rupa yang mengangkat budaya lokal Kalimantan dengan konsep kekinian. Tak hanya memperkenalkan budaya, pameran ini juga menjadi ruang bagi seniman untuk menyampaikan kritik sosial terhadap persoalan yang terjadi di Kalimantan Barat, Jumat (28/08/26).
Ketua Pelaksana Pameran Borneo Metamorfosa, Puji Rahayu, mengatakan pameran tersebut berangkat dari minimnya penyelenggaraan pameran seni rupa, khususnya di Kalimantan Barat. Pameran ini kemudian digagas dengan menghadirkan karya dari seniman di berbagai wilayah Kalimantan.
“Inisiasinya adalah pameran Borneo MetamorFosa ini sebenarnya mengangkat tentang budaya lokal, dibawa ke konsep yang kekinian, mungkin biar generasi muda tahu bahwa tradisi lokal yang ada di Kalimantan Barat itu apa,” ujar Puji.
Pameran tersebut melibatkan 24 seniman dari lima provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Sebanyak 16 seniman di antaranya berasal dari Kalimantan Barat.
Menurut Puji, dengan konsep modernitas dapat menjadi salah satu upaya untuk menempatkan seni rupa tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Karya yang ditampilkan tidak hanya berupa lukisan konvensional, tetapi juga menggunakan berbagai medium.
“Makanya kebetulan di pameran Borneo Metamorfosa ini adalah mengangkat budaya lokal lebih ke modernitas. Bagaimana karya seni disandingkan di saat sekarang,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah karya menggunakan digital painting, instalasi, hingga mixed media. Konsep tersebut dinilai dapat membuat karya lebih mudah dipahami oleh generasi muda.
Selain mengangkat budaya lokal, karya-karya yang dipamerkan juga membawa isu sosial dan lingkungan. Beberapa karya bahkan merespons persoalan kebakaran hutan dan kondisi hutan di Kalimantan.
“Karya-karyanya juga ada kritik tentang kebakaran hutan, dan keprihatinan tentang hutan,” ungkapnya. Ia menambahkan, tema pameran turut merambah pada kondisi lokal dan kritik sosial yang terjadi di Kalimantan Barat.
Puji Rahayu berharap keberadaan pameran seni rupa dapat menjadi ruang apresiasi sekaligus edukasi, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, pameran dapat dimanfaatkan pelajar hingga mahasiswa untuk mengenal dan mengapresiasi karya seni rupa secara langsung.
