Sri Mulyani (Foto : CNBC Indonesia/Tri Susilo)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Suasana haru menyelimuti Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Selasa (9/9/2025) saat mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpamitan dengan para pegawai setelah resmi melepas jabatan. Ribuan aparatur sipil negara (ASN) Kemenkeu kompak menyanyikan lagu “Bahasa Kalbu” sebagai tanda perpisahan yang mengharukan.
Momen itu terjadi setelah serah terima jabatan Menteri Keuangan dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru dilantik sebagai Menkeu oleh Presiden Prabowo Subianto. Para pegawai tidak hanya bernyanyi bersama, tetapi juga memberikan bunga mawar putih sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih atas pengabdian Sri Mulyani selama lebih dari 17 tahun memimpin Kemenkeu.
Dalam kesempatan itu, seorang perwakilan pegawai menyampaikan pesan penuh makna kepada Sri Mulyani, “Semangat Ibu akan menjadi pelita, menerangi perjalanan kami ke depannya. Terima kasih, ibu!” ungkapnya dengan penuh haru. Sri Mulyani tampak tidak kuasa menahan tangis, bahkan harus ditenangkan oleh sang suami, Tonny Sumartono, yang berdiri di sampingnya saat momen perpisahan berlangsung.
Suasana semakin haru ketika lagu “Bahasa Kalbu” yang dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya dan Titi DJ dinyanyikan bersama. Lirik yang penuh makna mengiringi langkah terakhir Sri Mulyani meninggalkan gedung Kemenkeu. Seperti tertulis dalam lagu tersebut, “Kini dirimu yang selalu bertahta di benakku. Dan aku kan mengiringi, bersama di setiap langkahmu.”
Setelah lagu tersebut selesai, para pegawai pun melanjutkan dengan menyanyikan lagu “Karena Cinta” dari Joy Tobing, yang semakin menguatkan suasana perpisahan yang penuh kehangatan dan penghormatan. Sri Mulyani membalas dengan melambaikan tangan sambil meneteskan air mata, menandakan betapa besar ikatan antara dirinya dengan insan Kemenkeu.
Dalam pidato terakhirnya, Sri Mulyani berpesan agar jajaran Kemenkeu terus menjaga keuangan negara dengan baik dan mendukung penuh pimpinan baru untuk melanjutkan perjuangan pengelolaan keuangan negara yang sudah dirintis bersama. Perpisahan yang berlangsung penuh keharuan ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh pegawai dan bagi Sri Mulyani sendiri.
