PONTIANAK INFORMASI Pemerintah Kota Pontianak memastikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung program pembangunan pada tahun-tahun mendatang. Pemanfaatan anggaran tersebut akan dilakukan melalui perencanaan yang lebih matang agar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, besarnya SILPA dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya efisiensi pelaksanaan kegiatan serta penghematan anggaran dari proses lelang.
“Memang terdapat beberapa faktor yang menyebabkan SILPA, di antaranya persoalan waktu pelaksanaan kegiatan dan efisiensi dari proses lelang yang mencapai sekitar 19 persen. Namun SILPA tersebut tetap akan kita gunakan kembali untuk mendukung pembangunan ke depan dengan perencanaan yang lebih baik,” kata Bahasan usai rapat paripurna DPRD Kota Pontianak, Kamis (4/6).
Pernyataan itu disampaikan saat menyampaikan jawaban Wali Kota Pontianak atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Bahasan menilai kondisi perekonomian Kota Pontianak saat ini masih relatif baik meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui sinergi dengan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, kondisi Kota Pontianak masih baik. Ke depan tentu kita harus terus berupaya bersama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menyebut tingkat inflasi di Kota Pontianak masih terkendali. Salah satu faktor yang mendukung kondisi tersebut adalah peran Pontianak sebagai pusat distribusi barang di Kalimantan Barat.
Menurut Bahasan, sebagian besar barang yang masuk ke Kalbar terlebih dahulu didistribusikan melalui Pontianak sebelum disalurkan ke daerah lain. Kondisi itu membuat pasokan kebutuhan masyarakat relatif terjaga.
Meski demikian, Pemkot Pontianak tetap menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Di antaranya melalui pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah jika terjadi gejolak harga.
“Kami akan terus sigap melalui operasi pasar dan pasar murah. Selain itu, masyarakat juga terus diedukasi agar tidak panik dalam berbelanja sehingga kondisi pasar tetap stabil,” katanya.
Bahasan menambahkan, pemerintah kota juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung berbagai program bantuan kebutuhan dasar masyarakat. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli warga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.
