Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Bupati Toraja Utara Belajar Toleransi ke Pontianak, Tertarik dengan Budaya Ngopi
  • Lokal
  • News

Bupati Toraja Utara Belajar Toleransi ke Pontianak, Tertarik dengan Budaya Ngopi

Editor PI 04/06/2026
0c6260cc-18bd-4448-908c-3cfddb4ea02c

PONTIANAK INFORMASI – Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara melakukan kunjungan studi tiru ke Kota Pontianak, Kamis (4/6).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari strategi menjaga kerukunan umat beragama dan mencegah konflik sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Pontianak dipilih karena dinilai berhasil menjaga keharmonisan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan di ibu kota Kalimantan Barat tersebut.

Dalam kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Frederik mengaku terkesan dengan salah satu budaya yang menurutnya turut memperkuat hubungan sosial masyarakat, yakni budaya ngopi di warung kopi.

Menurutnya, warung kopi di Pontianak bukan sekadar tempat menikmati minuman, tetapi juga menjadi ruang publik tempat masyarakat berinteraksi dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan.

“Filosofi warung kopi itu luar biasa, ada pahit dan manisnya hidup dalam setiap gelas kopi,” kata Frederik.

Ia menuturkan, meski Toraja Utara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Indonesia, budaya berkumpul di warung kopi belum berkembang seperti di Pontianak. Masyarakat di daerahnya lebih terbiasa menikmati kopi di rumah masing-masing.

Karena itu, ia berencana mengadopsi budaya tersebut sebagai salah satu cara memperkuat interaksi sosial masyarakat di Toraja Utara.

Selain tertarik dengan budaya ngopi, Frederik juga mengapresiasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang telah berada pada kategori sangat tinggi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak terlepas dari kondisi daerah yang aman dan harmonis.

“Tidak ada daerah yang bisa dibangun dengan baik kalau kerukunan dan keharmonisan umat beragama serta masyarakatnya tidak terjalin,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa menjaga kerukunan di kota yang heterogen seperti Pontianak membutuhkan komunikasi yang kuat antarberbagai elemen masyarakat.

Menurut Edi, konflik yang pernah terjadi di Kalimantan Barat umumnya lebih dipengaruhi sentimen kesukuan dibandingkan persoalan agama. Karena itu, pemerintah kota terus melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan berbagai organisasi dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Kalau ada kejadian, tokoh-tokohnya kita undang, kita rembuk. Kalau berkaitan dengan hukum, kita serahkan ke aparat untuk diproses. Biasanya persoalan selesai dan tidak berkembang,” katanya.

Edi menilai budaya ngopi menjadi salah satu kekuatan sosial yang dimiliki Pontianak. Warung kopi menjadi ruang pertemuan warga dari berbagai latar belakang untuk berinteraksi tanpa sekat.

“Di sini walau di rumahnya ada kopi, tapi suasana di warung kopi, obrolannya, silaturahminya, yang membuat warung kopi selalu penuh,” ujarnya.

Selain mendorong interaksi melalui warung kopi, Pemkot Pontianak juga memperbanyak ruang terbuka hijau sebagai sarana pertemuan masyarakat. Menurut Edi, semakin banyak ruang publik yang nyaman dan inklusif, semakin besar peluang warga untuk saling mengenal dan membangun toleransi.

“Pontianak ini kita bangun dengan semangat kekeluargaan. Banyak pendatang, maka kita ingin kota ini tetap ramah, nyaman, dan terbuka,” katanya.

Meski demikian, Edi mengakui menjaga keharmonisan kota bukan perkara mudah. Berbagai persoalan perkotaan, mulai dari ketertiban umum hingga mobilitas penduduk yang tinggi, menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi adat, komunitas, dan warga dalam menjaga kerukunan.

“Yang paling penting adalah komunikasi. Kalau ada masalah, kita mediasi, kita carikan solusi. Dengan saling mengenal dan berinteraksi, warga bisa lebih toleran dan menerima perbedaan,” pungkasnya.

Tags: Budaya Ngopi di Pontianak Bupati Toraja Utara Pemkot Pontianak

Continue Reading

Previous: Waspada! Cartidge Liquid Berisi Etomidate Mulai Masuk di Kalbar, Dijual Rp 2,5 Juta
Next: Pemkot Pontianak Pastikan SILPA Digunakan Kembali untuk Dukung Pembangunan

Related Stories

IMG_7903
  • Lokal
  • News

APBD Kalbar Tertekan, Gubernur Ria Norsan Minta Gaji PPPK Kembali Ditanggung APBN

Editor PI 15/06/2026
IMG_7942
  • Lokal
  • News

Heri Mustamin Soroti Aturan Belanja Pegawai 30 Persen: Daerah Bisa Kewalahan

Editor PI 15/06/2026
ade6f1c0-4cb3-4bce-ae25-74fc112a4417
  • Lokal
  • News

Empat Tambak Udang di Bengkayang dan Sambas Disegel KKP, Langgar Izin dan Gunakan Obat Ikan Ilegal

Editor PI 15/06/2026

Berita Terbaru

  • APBD Kalbar Tertekan, Gubernur Ria Norsan Minta Gaji PPPK Kembali Ditanggung APBN 15/06/2026
  • Heri Mustamin Soroti Aturan Belanja Pegawai 30 Persen: Daerah Bisa Kewalahan 15/06/2026
  • Empat Tambak Udang di Bengkayang dan Sambas Disegel KKP, Langgar Izin dan Gunakan Obat Ikan Ilegal 15/06/2026
  • Hadiri Haul Agung Raja Kubu, Wagub Krisantus: Tak Ada Lagi Istilah Asli dan Pendatang di Kalbar 15/06/2026
  • Gubernur Ria Norsan Main Bola Bareng Warga saat Gema Membangun Desa di Temajuk 15/06/2026
  • Gubernur Ria Norsan Hidupkan Lagi Gema Membangun Desa di Temajuk, Dorong Ekonomi Perbatasan 15/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_7903
  • Lokal
  • News

APBD Kalbar Tertekan, Gubernur Ria Norsan Minta Gaji PPPK Kembali Ditanggung APBN

Editor PI 15/06/2026
IMG_7942
  • Lokal
  • News

Heri Mustamin Soroti Aturan Belanja Pegawai 30 Persen: Daerah Bisa Kewalahan

Editor PI 15/06/2026
ade6f1c0-4cb3-4bce-ae25-74fc112a4417
  • Lokal
  • News

Empat Tambak Udang di Bengkayang dan Sambas Disegel KKP, Langgar Izin dan Gunakan Obat Ikan Ilegal

Editor PI 15/06/2026
75c101a9-b648-44e0-8264-e718f086f10d
  • Lokal
  • News

Hadiri Haul Agung Raja Kubu, Wagub Krisantus: Tak Ada Lagi Istilah Asli dan Pendatang di Kalbar

Editor PI 15/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.