Screenshot
PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengungkapkan ada empat perusahaan yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
Norsan mengatakan, hasil penyelidikan terhadap empat perusahaan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Polda Kalbar untuk ditindaklanjuti.
“Sampai hari ini ada empat perusahaan yang dalam penyelidikan yang akan kita laporkan kepada Polda. Ada empat perusahaan,” kata Norsan, Senin (24/8/26)
Norsan mengungkapkan, kebakaran dalam skala besar ditemukan terjadi di area yang dikelola korporasi. “Yang terbakar besar-besaran memang dari korporasi, dari perusahaan,” tambahnya.
Norsan menegaskan upaya pencegahan dan penanganan karhutla harus menjadi tanggung jawab seluruh pihak. Ia meminta masyarakat maupun perusahaan sama-sama menjaga lahan agar kebakaran tidak semakin meluas.
“Jadi saya umum menyangkut seluruh masyarakat, ayo jaga lahan kita,” katanya.
Selain perusahaan, Norsan juga mengingatkan masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar agar memperhatikan kondisi cuaca.
Ia menyebut pembakaran lahan tidak boleh dilakukan ketika kondisi panas tinggi karena berisiko membuat api sulit dikendalikan.
“Kalau seandainya mengikuti perda, tidak membakar lahan saat panas tinggi. Nah, sekarang panas tinggi, jadi dilarang dulu,” jelasnya.
Norsan juga mengingatkan masyarakat yang melakukan pembakaran lahan untuk membuat sekat atau parit di sekeliling area serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Yang paling penting tidak meninggalkan lahan sebelum api padam. Ini yang mungkin tidak dijaga,” pungkasnya.
