PONTIANAK INFORMASI – Duel sesama pebulutangkis Indonesia mewarnai babak 32 besar sektor tunggal putra Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Richie Duta Richardo harus melewati pertandingan sengit sebelum menundukkan rekan latihannya, Prahdiska Bagas Shujiwo.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Rabu (2/9/2026), Richie yang menjadi unggulan keempat menang melalui pertandingan tiga gim dengan skor 19-21, 21-16, 21-11.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Keduanya sama-sama sudah saling mengenal karena berlatih di tempat yang sama. Kondisi tersebut membuat pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dengan reli-reli panjang dan adu kekuatan.
“Perjalanan permainan hari ini sama-sama alot, jadi saling tahan dan adu kuat saja,” ujar Richie seusai pertandingan.
Menurut Richie, kedekatan sebagai rekan latihan membuat dirinya dan Bagas sudah memahami karakter permainan masing-masing. Dalam sesi latihan, keduanya juga kerap bergantian meraih kemenangan.
“Kami satu tempat latihan, jadi pasti sudah tahu sama tahu. Di latihan sering menang-kalah juga, jadi pasti semua ingin menampilkan yang terbaik,” katanya.
Pada gim pertama, Richie sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat. Namun, beberapa kesalahan pukulan pada poin-poin kritis membuat Bagas mampu memanfaatkan momentum dan mengamankan gim pembuka 21-19.
Richie kemudian melakukan evaluasi cepat. Pada gim kedua dan ketiga, ia memilih tidak terlalu memikirkan permainan lawan dan lebih fokus menjaga konsistensi permainan sendiri.
“Di gim pertama ada beberapa kesalahan pukulan di poin kritis yang langsung diantisipasi Mas Bagas. Di gim kedua dan ketiga saya lebih berpikir ke diri sendiri, bagaimana caranya untuk tetap main konsisten dan tidak banyak mati sendiri,” ungkapnya.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Richie mampu mengambil alih permainan dan merebut gim kedua 21-16.
Memasuki gim penentuan, Richie semakin percaya diri. Ia mampu menjaga konsistensi sekaligus memanfaatkan kondisi lapangan yang sudah lebih dikenalnya setelah tampil pada turnamen pekan sebelumnya di venue yang sama.
Richie mengaku terus menjaga pikiran positif sepanjang pertandingan. Ia tidak ingin terbebani dengan anggapan bahwa Bagas memiliki keuntungan dari sisi kebugaran karena baru memulai turnamen.
“Saya juga selalu berpikir positif, tidak mau berpikir kalau Mas Bagas unggul dari kondisi fisik karena baru turun di turnamen ini,” ujarnya.
Sebaliknya, Richie menjadikan pengalamannya bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani sejak Polytron Pontianak International Challenge 2026 sebagai salah satu keuntungan.
“Saya meyakinkan diri kalau saya sudah sangat hafal dengan kondisi lapangan karena sudah bertanding dari minggu lalu. Jadi ini sebuah keunggulan buat saya,” tuturnya.
Keyakinan tersebut akhirnya membawa Richie tampil dominan di gim ketiga. Ia mampu meninggalkan Bagas dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-11.
Hasil ini mengantarkan Richie Duta Richardo ke babak 16 besar Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Ia masih harus melanjutkan perjuangan di turnamen level BWF World Tour Super 100 tersebut dengan menjaga konsistensi dan fokus pada setiap pertandingan.
