PONTIANAK INFORMASI – Dukungan penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak menjadi energi tambahan bagi Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Tampil pada babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, tunggal putri Indonesia itu sukses mengawali perjuangannya dengan kemenangan meyakinkan.
Menghadapi wakil Singapura, Lee Xin Yi Megan, Rabu (2/9/2026), Dhinda menang dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-5.
Meski berakhir dengan kemenangan telak, Dhinda mengaku pertandingan tidak berjalan mudah, terutama pada gim pertama. Ia masih kesulitan membaca variasi permainan lawannya.
Padahal, Dhinda mengaku sudah mengamati permainan Lee Xin Yi Megan sejak sebelum pertandingan. Namun, variasi pukulan wakil Singapura tersebut membuatnya sempat kehilangan kenyamanan dalam bermain.
“Untuk gim pertama tadi Dhinda mainnya masih cukup bingung walaupun sudah nonton dari kemarin lawannya seperti apa. Tangannya bagus, di belakang ada chop slice, sama depannya ada nyetop-nyetop juga. Jadi Dhinda masih bingung dan kurang berani mainnya,” ujar Dhinda seusai pertandingan.
Memasuki gim kedua, permainan Dhinda berubah drastis. Arahan pelatih membuatnya memilih bermain lebih sederhana dan tidak terburu-buru mengeluarkan variasi.
Dhinda diminta fokus menjaga shuttlecock tetap masuk, membangun reli, serta menunggu kesempatan sebelum mengeluarkan pukulan andalannya.
“Di gim kedua tadi pelatih kasih tahu mainnya enggak usah yang aneh-aneh dulu, nipu-nipu dulu. Asal masuk dulu saja,” katanya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Lee Xin Yi Megan mulai kesulitan mempertahankan reli dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.
Situasi itu langsung dimanfaatkan Dhinda untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.
“Lawannya juga tidak terlalu kuat rally-nya, jadi Dhinda main asal masuk saja. Terus dia juga banyak mati. Akhirnya Dhinda percaya diri pakai senjata Dhinda lebih baik lagi,” jelasnya.
Dhinda pun semakin leluasa mengontrol jalannya pertandingan. Gim kedua menjadi miliknya dengan sangat mudah hingga ditutup dengan skor 21-5.
Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah Dhinda berlanjut ke babak berikutnya. Ia pun sudah memiliki gambaran mengenai calon lawan yang akan dihadapinya.
Dhinda kemungkinan bertemu pemain asal Kanada yang sebelumnya pernah ia hadapi. Bahkan, keduanya pernah berjumpa dalam ajang Uber Cup dan saat itu Dhinda harus mengakui keunggulan sang lawan melalui pertandingan tiga gim.
Pengalaman tersebut kini menjadi modal bagi Dhinda untuk menghadapi pertemuan berikutnya.
“Untuk lawan besok, Dhinda juga sudah pernah lawan sebelumnya dari Kanada dan waktu di Uber itu Dhinda kalah rubber. Di situ Dhinda banyak dapat pelajaran buat lawan dia besok,” ungkapnya.
Menghadapi laga tersebut, Dhinda akan fokus mempersiapkan mental sekaligus kondisi fisiknya.
“Jadi besok mungkin persiapkan mental dan kondisi fisik,” ujarnya.
