Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Yamaha Indonesia Evaluasi Peluang Jadi Basis Produksi Motor Listrik di Asia
  • News

Yamaha Indonesia Evaluasi Peluang Jadi Basis Produksi Motor Listrik di Asia

Editor PI 24/02/2026
Yamaha EC-06

PONTIANAK INFORMASI, Otomotif – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) masih mencermati peluang Indonesia menjadi pusat produksi dan pengembangan motor listrik Yamaha di kawasan Asia. Manajemen menyebut penunjukan hub regional sangat dipengaruhi berbagai faktor strategis, mulai dari regulasi, kesiapan pasar, hingga efisiensi produksi di masing-masing negara.

Sebagai pembanding, Yamaha Motor di India telah lebih dahulu melangkah dalam penetrasi kendaraan listrik. Di pasar tersebut, Yamaha memasarkan model entry level seperti Yamaha EC-06 yang diperkenalkan bersamaan dengan model elektrik lainnya. Langkah ini dinilai selaras dengan dukungan regulasi serta kesiapan ekosistem kendaraan listrik di negara tersebut.

Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menjelaskan bahwa perkembangan kendaraan listrik di tiap negara sangat berkaitan dengan kebijakan pemerintah, termasuk standar emisi yang diterapkan.

“Pasti ada hubungannya dengan regulasi di sana, misalnya pemerintahnya punya standar emisi setara Euro berapa. Hal-hal itu yang membuat transisinya lebih cepat atau bagaimana,” ujarnya.

Terkait kemungkinan Indonesia menjadi hub motor listrik Yamaha di Asia, Rifki mengaku belum dapat memastikan. Saat ini, YIMM masih berada pada tahap evaluasi atau wait and see untuk ekspansi motor listrik secara komersial di dalam negeri.

“Kalau jadi hub, saya belum bisa jawab karena saya belum tahu. Tapi yang pasti, beberapa produk Yamaha Jepang sudah sempat diuji di Indonesia, seperti Yamaha E01 dan kerja sama dengan ride-hailing. Itu sudah dijalankan, tapi untuk bisnis kita masih wait and see,” jelasnya.

Ia menambahkan, struktur pasar Yamaha Indonesia hingga kini masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Dengan komposisi pasar tersebut, setiap prinsipal akan mempertimbangkan secara cermat negara mana yang paling optimal dari sisi volume, regulasi, serta kesiapan infrastruktur untuk dijadikan basis produksi kendaraan listrik.

Meski belum ada keputusan final, Yamaha Indonesia menyatakan siap apabila dipercaya menjadi pusat produksi motor listrik. Rifki menegaskan, selama seluruh regulasi yang dipersyaratkan pemerintah dapat dipenuhi, perusahaan akan menyiapkan fasilitas produksi yang mampu mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

“Saat ini market terbesar kita masih dari ICE. Tapi selama kita mematuhi regulasi yang dibutuhkan, kita harus siap,” tegasnya.

Continue Reading

Previous: EC-06 Sudah Meluncur di India, Yamaha Indonesia Masih Wait and See
Next: Strategi Ban Jitu, Aldi Satya Mahendra Tembus Podium dari Grid 28 di Phillip Island

Related Stories

IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026
8b51248c-78ba-4acc-a6ed-d4d69d5cc076
  • Lokal
  • News

Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026

Editor PI 23/04/2026
be20164a-7548-44a4-b788-bad228fb3d81
  • Lokal
  • News

Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti

Editor PI 23/04/2026

Berita Terbaru

  • NasDem Dukung Usulan KPK: Capres dari Kaderisasi Partai Dinilai Perkuat Loyalitas 23/04/2026
  • Golkar: Capres-Cawapres Tak Harus dari Kader Partai, Semua Tokoh Terbaik Perlu Diberi Ruang 23/04/2026
  • PAN: Masa Jabatan Ketum Parpol Sebaiknya Diatur Internal, KPK Diminta Fokus Penegakan Hukum 23/04/2026
  • Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga 23/04/2026
  • Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026 23/04/2026
  • Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti 23/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
  • Politik

NasDem Dukung Usulan KPK: Capres dari Kaderisasi Partai Dinilai Perkuat Loyalitas

Editor PI 23/04/2026
Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji.
  • Politik

Golkar: Capres-Cawapres Tak Harus dari Kader Partai, Semua Tokoh Terbaik Perlu Diberi Ruang

Editor PI 23/04/2026
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay
  • Politik

PAN: Masa Jabatan Ketum Parpol Sebaiknya Diatur Internal, KPK Diminta Fokus Penegakan Hukum

Editor PI 23/04/2026
IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.