Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun. {CNN Indonesia)
Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, mengajak seluruh elite politik dan partai politik untuk menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi dinamika politik nasional.
Legislator Golkar yang juga Ketua Komisi XI DPR itu menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik, termasuk masukan terkait dugaan penyelewengan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meyakini kritik yang disampaikan akan didengar dan ditindaklanjuti pemerintah.
Namun, Misbakhun turut menyoroti sejumlah kritik dari elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia mengatakan menghormati pandangan politik PDIP, tetapi menilai sebagian kritik belum bersifat substantif dan solutif.
“PDI Perjuangan pernah memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan kebijakan negara. Oleh karena itu, kritik yang disampaikan semestinya lebih matang, proporsional, dan solutif, bukan justru menambah panas situasi,” ujar Misbakhun.
Ia juga menekankan pentingnya kejelasan posisi politik partai. Menurutnya, meski Indonesia tidak mengenal oposisi formal, partai politik seharusnya tidak mengambil sikap “dua kaki” dengan mengapresiasi sekaligus mengkritik pemerintah secara tidak konsisten.
“Jangan memosisikan diri sebagai penyeimbang, tetapi ketika program pemerintah bagus diapresiasi juga ingin mendapatkan poin. Sebaliknya, saat ada masalah langsung mengkritik keras. Posisi politik dua kaki itu tidak elegan,” tambahnya.
Sementara itu, PDIP sebelumnya menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang dalam sistem politik nasional, dengan menjalankan fungsi check and balances di parlemen. PDIP juga menilai peran kritis diperlukan agar DPR tidak sekadar mengikuti kehendak eksekutif.
