Rektor Unsoed Jelaskan Alasan Kirim Mahasiswa Dampingi Gibran, Diprotes BEM. Detik
PURWOKERTO – Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Akhmad Sodiq, menjelaskan alasan kampus mengirimkan perwakilan mahasiswa untuk mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Indonesia Timur pekan lalu.
Penjelasan itu disampaikan setelah ratusan mahasiswa menggelar aksi protes di depan Rektorat Unsoed pada Senin (22/6). Mahasiswa menilai delegasi yang diberangkatkan tidak merepresentasikan sikap kritis mahasiswa terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membentangkan berbagai poster, salah satunya bertuliskan “Duta Kampus atau Duta MBG Kopdes?”.
Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, mengatakan mahasiswa kecewa karena proses penunjukan delegasi dinilai tidak melibatkan partisipasi dan komunikasi yang memadai dengan mahasiswa.
“Kami mengakumulasikan kemarahan dan kekecewaan karena melihat kemarin delegasi dari Universitas Jenderal Soedirman tidak merepresentasikan semangat perjuangan dari mahasiswa itu sendiri,” kata Azza.
Menurutnya, mahasiswa menolak segala bentuk kompromi politik dengan kekuasaan, terutama ketika sebagian mahasiswa sedang menyuarakan kritik terhadap program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Mahasiswa juga meminta pimpinan kampus mengakui adanya kekeliruan dalam proses tersebut serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Menanggapi protes tersebut, Akhmad Sodiq menyatakan pihak kampus telah mendengarkan seluruh aspirasi mahasiswa dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
“Ada enam tuntutan tadi yang sudah kami dengarkan semua. Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi bersama-sama,” ujarnya.
Sodiq menegaskan posisi perguruan tinggi tetap berada dalam koridor tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebut kampus tidak berada pada posisi menentukan kebijakan pemerintah terkait MBG maupun Koperasi Merah Putih.
Terkait pengiriman mahasiswa, Sodiq menjelaskan Unsoed menerima surat resmi dari Sekretariat Wakil Presiden yang berisi penunjukan mahasiswa untuk mengikuti agenda kunjungan kerja Wakil Presiden.
“Ada surat dari Sekjen. Perihalnya jelas sekali, yaitu penunjukan. Agendanya adalah kunjungan kerja Wakil Presiden,” katanya.
Ia menambahkan surat tersebut tidak merinci seluruh rangkaian kegiatan yang akan dijalani mahasiswa selama kunjungan berlangsung.
Sodiq juga membantah anggapan bahwa delegasi mahasiswa hanya menjadi pelengkap acara. Menurutnya, mahasiswa yang diberangkatkan tetap menyampaikan berbagai masukan berdasarkan hasil pengamatan mereka di lapangan.
“Hal yang disampaikan oleh adik kita yang dikirim sangat bagus. Memberikan masukan sesuai posisinya sebagai mahasiswa yang melihat kondisi di lapangan. Itu kemudian dibuat menjadi resume dan diberikan kepada Wakil Presiden,” jelasnya.
Meski demikian, mahasiswa menyatakan akan terus mengawal tindak lanjut dari komitmen yang telah disampaikan pihak kampus agar transparansi dan pelibatan mahasiswa dapat berjalan lebih baik ke depan.
