Foto: Getty Images/Sports Press Photo
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Brasil harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Tunisia dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Pierre-Mauroy, Prancis, Rabu dini hari WIB. Gol pembuka Tunisia dicetak oleh Hazem Mastouri pada menit ke-23, sementara Brasil menyamakan kedudukan lewat penalti Estevao pada menit ke-44. Laga ini menjadi ujian berat bagi Brasil yang diasuh pelatih Carlo Ancelotti, terutama dalam membuka pertahanan rapat Tunisia yang bermain dengan blok pertahanan dalam.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui bahwa timnya mengalami kesulitan besar menghadapi strategi bertahan dalam yang diterapkan Tunisia. “Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus melawan Senegal pekan lalu, dan hari ini melawan Tunisia, menghadapi tipe pertahanan seperti ini jauh lebih sulit menemukan celah,” kata Ancelotti dikutip dari Antara News. Ia juga menyatakan bahwa skuadnya sempat tampil buruk pada awal laga sehingga tertinggal lebih dulu.
Pada menit ke-44, Brasil mendapatkan hadiah penalti usai VAR mengonfirmasi handball pemain Tunisia. Penalti tersebut berhasil dieksekusi dengan baik oleh Estevao, yang menghasilkan gol penyama kedudukan sekaligus memperlihatkan respons positif dari tim Samba. Namun, peluang emas Brasil untuk unggul kembali harus pupus setelah Lucas Paqueta yang menggantikan Estevao dalam eksekusi penalti menggagalkan kesempatan dengan melepaskan tendangan yang melambung di atas mistar gawang.
Sepanjang laga, Tunisia menunjukkan kemampuan defensif yang impresif dengan sembilan blok bola dan 33 sapuan yang membendung serangan agresif Brasil. Statistik ini menunjukkan bahwa tim Afrika itu mampu mengantisipasi berbagai serangan lawan, bahkan ketika Brasil yang menurunkan empat penyerang sekaligus berusaha mengejar kemenangan.
Meski tim Brasil menguasai bola dan menciptakan banyak peluang, lini belakang Tunisia tetap disiplin dan sulit ditembus. Ancelotti menyebut bahwa karakteristik berbeda dari Tunisia membuat Brasil harus bekerja ekstra keras. “Tunisia memiliki karakteristik berbeda mereka bertahan dengan blok yang sangat dalam. Sangat sulit menemukan celah dalam jenis pertahanan seperti itu,” tambahnya.
Laga persahabatan ini menjadi momentum penting untuk Brasil dalam mematangkan strategi dan evaluasi jelang kompetisi internasional besar. Ancelotti tetap optimis dengan perkembangan timnya meski hasil imbang ini menjadi peringatan agar tidak meremehkan lawan yang tampil disiplin dan tangguh. Brasil akan kembali fokus mempersiapkan laga berikutnya dengan harapan bisa menunjukkan performa lebih maksimal.
Dengan hasil ini, Brasil yang memiliki pelapis dan talenta muda seperti Estevao harus belajar dari kekurangan saat menghadapi pertahanan rendah dan rapat. Sedangkan Tunisia, meski mendapat hasil imbang, menunjukkan kemampuan bertahan yang patut diacungi jempol dalam menghadapi kekuatan tim besar dunia. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1 tanpa pemenang jelas, menyisakan catatan evaluasi bagi kedua tim.
