(Dok. Dispora Lumajang)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam, 29 Juli 2025, dipastikan akan membara ketika Timnas Indonesia U-23 melakoni laga final Piala AFF U-23 2025 menghadapi Vietnam. Pertandingan ini menjadi momen yang dinanti seluruh pecinta sepak bola nasional. Garuda Muda punya peluang emas tidak hanya untuk merebut trofi, tetapi juga mengakhiri puasa gelar selama 38 tahun di stadion kebanggaan Tanah Air.
Kemenangan terakhir Timnas Indonesia di SUGBK pada ajang resmi terjadi pada SEA Games 1987, ketika Ribut Waidi mencetak gol kemenangan atas Malaysia. Sejak saat itu, stadion yang dibangun tahun 1962 ini justru lebih sering menyaksikan duka akibat gagal juara di final, terutama di level senior pada laga puncak Piala AFF 2002, 2004, dan 2010. “Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah lama tidak menyaksikan Timnas Indonesia meraih gelar juara di berbagai level usia,” tulis Bola.com dalam laporannya.
Pertemuan Indonesia dan Vietnam di final juga menjadi ajang balas dendam Garuda Muda setelah dua tahun lalu dikalahkan lewat adu penalti di final edisi 2023. Kali ini, Garuda Muda membawa motivasi ekstra, terlebih bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh para suporter.
Keuntungan lain bagi Indonesia adalah kekuatan skuad yang nyaris tanpa cela. Skuad Garuda tampil dengan kekuatan penuh, setelah beberapa pemain yang sempat cedera sudah kembali bugar dan siap tempur. Pelatih Gerald Vanenburg pun punya banyak opsi taktik, sementara pemain seperti Jens Raven masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen ini.
Dukungan moral juga datang dari PSSI yang telah menyiapkan bonus khusus andai Timnas U-23 berhasil menorehkan sejarah baru. “Pasti ada apresiasi dari federasi, dari PSSI. Udah pasti itu. Dan target-target memang sudah dicanangkan dari awal,” ujar Manajer Timnas Indonesia U-23, Ahmed Zaki Iskandar, dilansir dari Suara.com.
Rekor Vietnam sebagai juara bertahan sekaligus lawan tangguh tidak dapat diabaikan, namun tren positif serta mentalitas pantang menyerah Tim Garuda Muda membuat asa juara tetap terjaga. Selain itu, kehadiran teknologi VAR dalam final kali ini akan ikut menjamin keadilan pertandingan pertama kalinya diterapkan di final Piala AFF U-23, sebagaimana diberitakan oleh MetroTV.
Jika berhasil menang, Timnas Indonesia U-23 tidak hanya memutus tren 38 tahun tanpa gelar di SUGBK, tapi juga berpotensi mencetak rekor baru dan menyamai prestasi senior-senior mereka di level Asia Tenggara. Dukungan luar biasa suporter di stadion jadi energi tambahan. “Kegagalan yang sudah lama terjadi itu pasti jadi motivasi kita buat bikin berhasil jadi juara di sini,” ungkap pemain Ahmad Maulana, dilansir dari MetroTV.
Duel penuh gengsi ini akan digelar mulai pukul 20.00 WIB dan disiarkan langsung melalui berbagai platform, memastikan seluruh pendukung merah putih dapat menyaksikan sejarah baru sepak bola nasional di tanah air.
