Idul Adha
Idul Adha
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, Lokal – Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengeluarkan seruan penting terkait pelaksanaan perayaan kurban yang lebih ramah lingkungan. Melalui Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 30 Tahun 2025, Edi menyerukan kepada seluruh panitia kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah daging kurban.
Surat edaran ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Dalam keterangannya pada Selasa (27/5), Edi menegaskan bahwa Hari Raya Iduladha harus menjadi momentum tidak hanya untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Setiap Iduladha, volume sampah plastik di Kota Pontianak bisa meningkat drastis hanya dalam satu hari. Jika semua panitia dan warga beralih ke bahan ramah lingkungan, dampaknya akan sangat signifikan bagi lingkungan,” ujarnya.
Dalam surat edaran tersebut, terdapat dua poin utama yang ditekankan kepada para panitia dan pelaksana kurban:
Mendukung program pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Pontianak, sebagaimana telah diatur dalam kebijakan daerah sejak tahun 2019.
Mengganti kantong plastik dengan wadah alternatif ramah lingkungan seperti daun pisang, besek bambu, kantong kertas, atau wadah yang dapat digunakan berulang kali, seperti kontainer makanan berbahan plastik keras maupun stainless steel.
Menurut Edi, langkah ini sangat penting untuk menekan timbulan sampah plastik sekali pakai yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan dalam jangka panjang.
“Langkah ini sebagai bentuk kepedulian kita semua dengan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tambahnya.
Wali Kota Pontianak juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya mematuhi imbauan ini, tetapi juga aktif berinovasi dalam mencari solusi pengganti kemasan plastik. Pemerintah Kota (Pemkot) membuka ruang kerja sama dengan komunitas lingkungan, pelaku UMKM pengrajin wadah ramah lingkungan, serta pihak swasta untuk mendukung ketersediaan dan distribusi kemasan alternatif tersebut.
“Ini bagian dari langkah jangka panjang untuk membentuk budaya baru di masyarakat kita. Budaya yang lebih peduli terhadap masa depan bumi,” pungkasnya.
Upaya ini menandai komitmen Kota Pontianak dalam memperkuat implementasi kebijakan pengurangan plastik sekaligus menjadikan momen Iduladha sebagai titik balik perubahan perilaku kolektif menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
