Doc. Istimewa
PONTIANAK INFORMASI, Lokal — Dalam upaya menjawab tantangan keterbatasan fiskal dan mendorong percepatan pembangunan di Kalimantan Barat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalbar bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menggelar Bimbingan Teknis bertajuk “Pembiayaan Kreatif Pembangunan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset Daerah.”
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Pontianak dan dihadiri oleh seluruh kepala daerah serta pejabat dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.— Dalam upaya menjawab tantangan keterbatasan fiskal dan mendorong percepatan pembangunan di Kalimantan Barat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalbar bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menggelar Bimbingan Teknis bertajuk “Pembiayaan Kreatif Pembangunan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset Daerah.”
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Pontianak dan dihadiri oleh seluruh kepala daerah serta pejabat dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Melalui kegiatan ini, DJKN dan PT SMI memperkenalkan berbagai skema pembiayaan alternatif, termasuk Project Development Facility (PDF), municipal financing, dan blended finance, yang dapat digunakan tanpa membebani fiskal daerah secara langsung. Optimalisasi aset daerah yang selama ini belum produktif juga menjadi salah satu fokus utama.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJKN Kalbar menekankan pentingnya sinergi dan keberanian pemerintah daerah dalam mengadopsi pendekatan-pendekatan baru. “Kita tak bisa hanya bergantung pada dana transfer pusat. Kolaborasi strategis dan pemanfaatan aset daerah harus jadi modal utama untuk percepatan pembangunan,” ungkapnya.
Sesi bimbingan teknis juga digelar antara tim teknis PT SMI dan kepala BPKAD serta Bappeda se-Kalbar, dengan fokus pada pemetaan kebutuhan infrastruktur dan validasi potensi aset daerah.
