Source : Youtube/KompasTV
PONTIANAK INFORMASI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat Daya pada Sabtu, 7 Juni 2025. Kunjungan ini berfokus pada dua agenda utama: mengevaluasi pelaksanaan program nasional terkait kedaulatan energi dan merespons isu lingkungan yang mencuat akibat aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat.
Bahlil bersama rombongan, termasuk Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Raja Ampat, meninjau langsung lokasi tambang PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat. Kunjungan ini dilakukan di tengah ramainya tagar #SaveRajaAmpat di media sosial serta aksi protes dari kelompok masyarakat dan aktivis lingkungan yang menuntut pencabutan izin tambang nikel di wilayah tersebut. Para aktivis menilai aktivitas pertambangan telah merusak lingkungan dan mengancam kelestarian alam Raja Ampat yang dikenal sebagai kawasan pariwisata dunia.
Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa kedatangannya bertujuan memastikan operasional tambang berjalan sesuai aturan tanpa merusak lingkungan. Ia juga menampik tudingan bahwa izin pertambangan diterbitkan saat dirinya menjabat, dan menegaskan izin tersebut sudah ada sebelum ia masuk kabinet. “Saya datang ke sini untuk memastikan langsung, melihat secara objektif apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Bahlil saat bertemu warga Pulau Gag.
Meski demikian, kunjungan Bahlil diwarnai aksi damai dari Koalisi Selamatkan Alam dan Manusia Papua di Bandara DEO Sorong. Massa aksi menuntut pencabutan permanen izin tambang nikel dan menyuarakan kekhawatiran atas dampak lingkungan yang terjadi. Situasi sempat memanas ketika massa menyebut Bahlil sebagai “penipu” dan kecewa karena Bahlil meninggalkan bandara melalui pintu belakang tanpa menemui mereka.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti hasil pengecekan di lapangan secara transparan dan berbasis data, serta akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian teknis terkait untuk mencari solusi atas dinamika sosial dan lingkungan di Raja Ampat.
