Potret Minimarket di Segel (Kredit Foto : FAJAR.CO.ID)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam menertibkan parkir liar di kota pahlawan kembali memicu gelombang kemarahan publik. Puluhan minimarket di berbagai sudut kota mendadak disegel hanya karena tidak menyediakan juru parkir (jukir) resmi, padahal banyak pengusaha sudah membayar pajak parkir dan mengaku tak pernah diberi solusi jelas oleh pemerintah kota.
Langkah tegas ini dilakukan Eri Cahyadi setelah melakukan serangkaian inspeksi mendadak bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Dalam beberapa kasus, lahan parkir minimarket langsung dipasangi garis Satpol PP dan akses masuknya ditutup rapat, membuat konsumen dan pengusaha kelimpungan. “Saya sudah sampaikan ke semua tempat usaha, kalau tidak ada tukang parkir resmi, silakan tempat parkirnya ditutup!” tegas Eri dalam sidak di Jalan Dharmahusada.
Namun, kebijakan ini menuai protes keras dari kalangan pengusaha dan sebagian masyarakat. Mereka menilai pemerintah kota hanya bisa menekan, tanpa memberikan solusi. “Pengusaha sudah bayar pajak parkir, kok malah dibebani menambah pengeluaran dengan jukir resmi. Ini tidak adil.
Pemerintah harusnya hadir memberi solusi, bukan menekan,” ujar Imam Syafi’i, anggota Komisi D DPRD Surabaya. Tak hanya itu, penyegelan lahan parkir juga membuat warga yang hendak berbelanja di minimarket jadi kesulitan mencari tempat parkir yang aman.
Di sisi lain, Eri Cahyadi berdalih tindakan ini demi menegakkan aturan dan memberantas premanisme yang kerap membekingi jukir liar di Surabaya. Ia bahkan menggandeng TNI, Polri, dan ormas untuk mengawal penertiban. “Ayo rek! Jaga Surabaya rek,” serunya.
Kebijakan sepihak ini kini menjadi perbincangan panas di media sosial. Banyak warga dan pelaku usaha menuntut agar Pemkot Surabaya segera mencari jalan tengah, bukan hanya menutup dan menyegel, tapi juga memberikan solusi nyata agar ekonomi tetap berjalan dan masyarakat tidak semakin resah.
