MRT Jakarta (Foto : Wikipedia)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Pemerintah Provinsi Bali terus mempercepat rencana pembangunan sistem transportasi massal berbasis kereta atau Mass Rapid Transit (MRT) di Pulau Dewata. Proyek ambisius ini menargetkan penyelesaian fase pertama pada tahun 2028, sebagai langkah strategis untuk mengatasi kemacetan dan mendukung pertumbuhan pariwisata serta ekonomi Bali.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Bali telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) pada 13 Juni 2025. Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, di Rumah Jabatan Gubernur Bali. Kerja sama ini melibatkan PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) sebagai pengelola proyek MRT Bali dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai mitra pendamping teknis.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Jakarta siap memberikan dukungan penuh, baik secara teknis maupun finansial, dalam pengembangan MRT Bali. Namun, dukungan finansial yang diberikan bukan berupa dana langsung, melainkan pendampingan dalam hal strategi pendanaan dan pengelolaan keuangan proyek. Jakarta akan membagikan pengalaman dan pengetahuan mengenai cara memperoleh pembiayaan dan manajemen operasional MRT yang telah sukses diterapkan di ibu kota.
“Bantuan dalam hal teknikal finansial, finansial bukan uang ya tetapi bagaimana cara bisa mendapatkan finansial untuk menjalankan mengelola MRT karena ini menjadi penting,” jelas Pramono Anung.
Direktur Utama PT SBDJ, Dodi Miharjana, menambahkan bahwa skema investasi pembangunan MRT Bali tetap melibatkan pihak swasta tanpa menggunakan dana dari APBD maupun APBN. Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek sekaligus memastikan keberlanjutan finansial jangka panjang.
Kerja sama ini juga menjadi momentum penting bagi Bali untuk menyesuaikan konsep transportasi massal dengan karakteristik wilayah dan budaya lokal. Dengan mengadopsi pengalaman Jakarta, Bali dapat merancang sistem MRT yang efisien, modern, dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jakarta sendiri terus memperluas jaringan MRT di wilayah Jabodetabek, dan siap berbagi pengalaman dengan daerah lain yang berkomitmen membangun transportasi massal modern. Kolaborasi antara Bali dan Jakarta ini diharapkan menjadi model sinergi antardaerah dalam pengembangan infrastruktur transportasi nasional di masa depan.
