Jakarta International Stadium (credit Foto : jakarta.go.id)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Persija Jakarta, salah satu klub sepak bola paling legendaris di Indonesia, telah mengalami perjalanan panjang dan dinamis dalam menentukan markas atau kandang mereka sejak era Liga Indonesia hingga kompetisi Liga 1 saat ini. Perjalanan ini mencerminkan evolusi sepak bola Indonesia dan kebutuhan Persija untuk memiliki stadion yang representatif dan permanen.
Awal mula Persija bermarkas di lapangan Petojo, yang menjadi saksi bisu kelahiran klub yang dulu bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). Setelah itu, Persija menggunakan Stadion IKADA, yang juga menjadi tempat bersejarah bagi klub ini, termasuk saat meraih gelar juara pada 1954. Pada tahun 1961, Persija mendapatkan stadion sendiri di kawasan Menteng, yang dikenal sebagai Stadion VIOS dan kemudian berganti nama menjadi Stadion Persija. Stadion Menteng menjadi markas utama Persija selama beberapa dekade dan menjadi saksi keberhasilan klub meraih beberapa gelar juara Perserikatan pada 1960-an dan 1970-an.
Namun, pada tahun 2006, Stadion Menteng harus dibongkar untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sehingga Persija harus mencari markas baru. Mereka kemudian pindah ke Stadion Lebak Bulus, yang meskipun berkapasitas kecil, memiliki atmosfer yang luar biasa berkat dukungan suporter fanatik Jakmania. Sayangnya, nasib stadion ini juga berakhir ketika dibongkar untuk pembangunan depo MRT pada 2013.
Setelah itu, Persija menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai markas utama. Stadion ini memiliki kapasitas besar dan menjadi saksi momen-momen penting, termasuk gelar juara Persija di tahun 2018. Namun, Persija tidak bisa selalu menggunakan SUGBK secara permanen karena berbagai kegiatan lain di stadion tersebut, sehingga mereka sering berpindah ke stadion lain seperti Stadion Patriot Chandrabhaga, Stadion Pakansari, dan Stadion Wibawa Mukti.
Akhirnya, pada tahun 2024, Persija resmi menetap di Jakarta International Stadium (JIS) yang berlokasi di Tanjung Priok. JIS merupakan stadion modern dengan kapasitas sekitar 82.000 penonton, memenuhi standar internasional dan dilengkapi fasilitas canggih seperti rumput hybrid dan atap tertutup. Keputusan ini menandai akhir dari era nomaden Persija dan memberikan klub serta suporter Jakmania sebuah rumah yang layak dan membanggakan.
Dengan JIS sebagai kandang baru, Persija berharap dapat menjaga prestasi dan memperkuat identitas klub di kancah sepak bola nasional dan internasional. Stadion ini juga menjadi simbol kemajuan sepak bola di Indonesia, sekaligus tempat berkumpulnya ribuan Jakmania yang setia mendukung Macan Kemayoran dalam setiap pertandingan kandang mereka.
