Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Lokal
  • Bank Kalbar di Ujung Jurang Krisis Kepercayaan: Ketua Umum Pemuda Dayak Kalbar Desak Gubernur Lakukan Reformasi Total
  • Lokal

Bank Kalbar di Ujung Jurang Krisis Kepercayaan: Ketua Umum Pemuda Dayak Kalbar Desak Gubernur Lakukan Reformasi Total

Tyo 12/07/2025
Bank Kalbar di Ujung Jurang Krisis Kepercayaan: Ketua Umum Pemuda Dayak Kalbar Desak Gubernur Lakukan Reformasi Total

PONTIANAK INFORMASI, Pontianak, 10 Juli 2025 — Reputasi Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) tengah berada dalam sorotan tajam. Deretan skandal yang membelit bank milik Pemerintah Provinsi Kalbar mulai dari kebocoran dana miliaran rupiah hingga kasus kredit fiktif telah menggoyahkan kepercayaan publik, nasabah, hingga investor.

Merespons kondisi ini, Ketua Umum Pemuda Dayak Kalimantan Barat Srilinus Lino mendesak Gubernur Kalbar untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk merombak manajemen dan mengganti Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, yang telah mengajukan surat pengunduran diri pada 27 Maret 2025.

“Tujuan utama Bank Kalbar adalah mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tapi jika yang muncul ke publik hanya skandal dan kebocoran, bagaimana mungkin bisa mewujudkan hal itu?” tegas Ketua Umum Pemuda Dayak Kalbar dalam pernyataannya, Rabu (10/7).

Menurut Lino, surat pengunduran diri Rokidi adalah bukti nyata bahwa yang bersangkutan tidak mampu mengemban tanggung jawab dalam menjaga kredibilitas dan stabilitas Bank Kalbar. Apalagi, di bawah kepemimpinannya, publik lebih banyak disuguhkan dengan berita buruk ketimbang capaian kinerja.

“Bukan prestasi yang muncul, tapi justru kebocoran dana nasabah yang berpotensi menghancurkan kepercayaan masyarakat dan iklim investasi,” tambahnya.

Iklim Investasi Terancam, Masyarakat Dirugikan

Pemuda Dayak Kalbar juga menyoroti dampak jangka panjang yang lebih serius. Menurut mereka, kerusakan citra Bank Kalbar tak hanya akan menurunkan kepercayaan nasabah, tapi juga menciptakan ketidakpastian bagi investor yang ingin menanamkan modal di Kalimantan Barat.

“Kalau cabang bank saja bisa bocor miliaran, bagaimana dengan pusatnya? Ini menandakan lemahnya sistem pengawasan internal. Bank seperti ini jelas bukan tempat aman bagi investor maupun masyarakat kecil untuk menabung,” kritik Lino.

Bank Kalbar seharusnya menjadi fondasi ekonomi kerakyatan di Kalbar. Sebagai lembaga keuangan daerah, perannya strategis dalam menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM, pembangunan desa, hingga proyek strategis daerah. Namun, jika publik justru khawatir uang mereka hilang, maka seluruh fungsi itu menjadi ilusi semata.

Kinerja Direksi Disorot, Desakan Perombakan Meningkat

Munculnya surat pengunduran diri Direktur Utama Rokidi hanya memperkuat desakan agar seluruh jajaran direksi dievaluasi secara menyeluruh. Ketua Umum Pemuda Dayak Kalbar menegaskan bahwa reformasi tidak bisa hanya berhenti pada satu nama saja.

“Kami mendesak Gubernur Kalbar tidak hanya menerima pengunduran diri, tapi juga segera menunjuk pemimpin baru yang bersih, profesional, dan punya rekam jejak dalam reformasi sistem keuangan,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga mendorong proses seleksi pimpinan Bank Kalbar yang transparan dan akuntabel, tidak berbasis kepentingan politik maupun balas jasa.

Peran OJK Disorot: Pengawasan Harus Diperkuat

Dalam krisis ini, Lino juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk lebih aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap Bank Kalbar. Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan penuh dalam mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan, OJK dinilai perlu segera melakukan audit investigatif dan pengawasan ketat terhadap manajemen serta sistem kontrol internal Bank Kalbar.

“OJK tidak boleh hanya pasif. Ini waktunya mereka turun tangan secara nyata, melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi jika ada pelanggaran. Kepercayaan publik tidak akan pulih tanpa adanya tindakan nyata dari regulator,” tegas Srilinus Lino Ketua Umum Pemuda Dayak Kalbar.

Krisis Ini Bukan yang Pertama: Cermin dari Bank Daerah Lain

Kasus Bank Kalbar bukan satu-satunya yang mencoreng wajah bank pembangunan daerah. Sejumlah kasus serupa di berbagai provinsi menunjukkan pola krisis yang serupa, yaitu lemahnya tata kelola dan sistem pengawasan:

  • Bank Banten (2020): Mengalami krisis keuangan akibat kredit bermasalah dan intervensi politik. Akhirnya harus direstrukturisasi total oleh OJK.
  • Bank Sumut (2023): Tersandung kasus penggelapan dana dan kredit macet senilai lebih dari Rp300 miliar. Pejabat internal ikut terseret ke proses hukum.
  • Bank NTB Syariah (2024): Diperiksa OJK atas dugaan penyalahgunaan dana proyek infrastruktur daerah oleh oknum pejabat bank.

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa tanpa pengawasan ketat dari OJK, profesionalisme, dan integritas manajemen, bank daerah sangat rentan menjadi ladang korupsi dan kerugian publik. Oleh karena itu kami mendesak dan mendorong kepada OJK untuk melakukan pengawasan dan merekomendasikan segera dalam proses pergantian Dirut bank kalbar.

Masyarakat Ingin Bank Kalbar Diselamatkan, Bukan Dibiarkan Runtuh

Meski keras menyuarakan kritik, Pemuda Dayak Kalbar menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menjatuhkan institusi. Mereka ingin Bank Kalbar dibenahi dan diselamatkan, agar kembali menjadi instrumen pembangunan yang berpihak pada rakyat.

“Kami tidak ingin Bank Kalbar runtuh. Tapi justru ingin menyelamatkannya dari kehancuran. Ini bukan hanya soal manajemen bank, tapi juga masa depan ekonomi Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Tags: Bank Kalbar Kalimantan Barat Ketum Pemuda Dayak Kalbar Srilinus Lino mendesak Gubernur Kalbar Reformasi Total

Continue Reading

Previous: Gugatan Bersejarah: Kim Jong-un Dihadapkan ke Pengadilan oleh Pembelot Korea Utara
Next: Pontianak Terima 12 Sertifikat Aset, Termasuk Lahan Sekolah Rakyat

Related Stories

IMG_2360
  • Lokal
  • News

Bayar Pajak di Pontianak Makin Mudah Melalui Aplikasi e-Ponti

Editor PI 22/04/2026
36a2a82e-cd08-432b-a146-9365f1532ce4
  • Lokal
  • News

Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor

Editor PI 22/04/2026
IMG_2322
  • Lokal
  • News

Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan

Editor PI 22/04/2026

Berita Terbaru

  • Bayar Pajak di Pontianak Makin Mudah Melalui Aplikasi e-Ponti 22/04/2026
  • Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor 22/04/2026
  • Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan 22/04/2026
  • Lepas 73 ASN Pemkot Berhaji, Wako Edi: Jaga Kesehatan dan Fokus Ibadah 22/04/2026
  • WN China Liu Xiaodang Dituntut 3 Tahun Penjara, Kasus Tambang Emas Ilegal di Ketapang 22/04/2026
  • Mantan Karyawan di Kapuas Hulu Curi Kratom Hampir 1 Ton, Bobol Gudang Saat Bos Lebaran ke Pontianak 22/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_2360
  • Lokal
  • News

Bayar Pajak di Pontianak Makin Mudah Melalui Aplikasi e-Ponti

Editor PI 22/04/2026
36a2a82e-cd08-432b-a146-9365f1532ce4
  • Lokal
  • News

Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor

Editor PI 22/04/2026
IMG_2322
  • Lokal
  • News

Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan

Editor PI 22/04/2026
8f82d752-c91b-4f04-a8d3-87d879e9cd73
  • Lokal
  • News

Lepas 73 ASN Pemkot Berhaji, Wako Edi: Jaga Kesehatan dan Fokus Ibadah

Editor PI 22/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.