Foto : Formula 1
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Musim Formula 1 tahun 2025 menghadirkan pertempuran ketat antara para pembalap yang saling rebut posisi teratas di klasemen. Salah satu momen menonjol adalah persaingan antara dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, yang saling salip memberi warna tersendiri dalam setiap balapan. Menurut laporan Sky Sports, musim ini akan menjadi yang terakhir untuk era aturan saat ini sebelum perubahan besar di tahun 2026.
Seiring berjalannya musim, Oscar Piastri menunjukkan performa luar biasa dengan kemenangan di beberapa seri penting seperti Grand Prix Belgia dan Spanyol, bahkan mengungguli rekan setimnya Norris yang juga tampil konsisten. Piastri kini memimpin klasemen dengan keunggulan tipis 16 poin dari Norris, sebagaimana disampaikan Formula1.com dalam ulasan menjelang Grand Prix Hungaria.
Berbeda dari musim sebelumnya, kalender 2025 masih tetap padat dengan total 24 balapan di seluruh dunia yang dimulai dari Australia pada bulan Maret dan berakhir di Abu Dhabi pada bulan Desember. Selain itu, enam sirkuit menyelenggarakan Sprint Race, dengan Belgia menggantikan Austria sebagai salah satu venue penyelenggara seri tersebut. Format Sprint ini menambah dinamika balapan dan menjadi favorit bagi para fans.
Lewis Hamilton yang menjadi bagian dari perubahan besar dalam line-up pembalap musim ini, mengalami beberapa tantangan teknis. Dalam Grand Prix Belgia, Hamilton mengaku senang bisa melewati kondisi sulit meski harus start dari belakang, meskipun menurutnya itu adalah “weekend to forget” karena masalah rem baru yang digunakannya.
Sementara itu, banyak tim lain juga mengalami dinamika berbeda. Red Bull tetap menjadi kekuatan besar dengan Max Verstappen yang masih dominan, sementara Ferrari berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan pembalap dan strategi baru, termasuk kedatangan Hamilton. Mercedes juga menunjukkan perkembangan dengan pembalap muda mereka, George Russell dan Andrea Kimi Antonelli.
Dengan berakhirnya musim 2025, Formula 1 bersiap menyambut era baru di tahun 2026 dengan regulasi dan teknologi yang diprediksi membawa perubahan besar. Namun, musim ini tetap menjadi saksi persaingan sengit dan kejutan yang membuat penggemar Formula 1 terus terpaku pada setiap putaran balapan.
