PIFA, Lokal – Pelabuhan Kijing yang terletak di Kabupaten Mempawah telah rampung dan siap digunakan untuk ekspor berbagai hasil bumi Kalbar. Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat.
“Itu nanti menjadi pelabuhan ekspor kita, Dana Bagi Hasil (DBH) sawit, DBH tambang, itu nanti akan jadi punya kita, tidak akan diambil daerah lain lagi,” ujarnya.
Krisantu menjelaskan nantinya jika DBH dari Kalbar bertambah, maka akan berdampak pada transfer dari pusat ke daerah.
“Dan itu juga berdampak kepada transfer daerah, Transfer pemerintah pusat kepada daerah, Karena pemerintah pusat men-transfer dalam bentuk APBD,” tambahnya.
Menurutnya, APBD daerah yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) pemerintah pusat sejatinya berasal dari potensi daerah itu sendiri. Dengan adanya Pelabuhan Kijing, hasil bumi Kalbar dapat turut menyumbang pada DBH.
“Nah, kalau potensinya kecil misalnya, karena kita ekspornya lewat Periuk, lewat Dumai, itu dihitung sebagai hasil bumi mereka, bukan dihitung sebagai hasil dari hasil potensi daerah Kalbar, padahal sawit, tambang tersebut adalah dari potensi dari KalBar, Kenapa? Lewat pelabuhan mereka,” ungkapnya.
Selain berdampak baik pada DBH Kalbar, Krisantus mengungkapkan rampungnya Pelabuhan Kijing juga memberikan dampak baik kepada masyarakat seperti penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut.
“Jadi dampak baiknya itu banyak, selain DBH, penyerapan tenaga kerja juga akan bertambah untuk masyarakat di daerah tersebut,” pungkasnya.
