Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • KNKT Sebut Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Sekadau Tak Miliki Black Box
  • Lokal
  • News

KNKT Sebut Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Sekadau Tak Miliki Black Box

Editor PI 17/04/2026
IMG_1897

PONTIANAK INFORMASI – Helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, diketahui tidak dilengkapi black box seperti pada pesawat komersial pada umumnya.

Hal ini disampaikan oleh investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Dian Saputra saat konferensi pers di Kantor SAR Pontianak, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalbar, Jumat (17/4/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak operator serta otoritas penerbangan sipil Prancis (DGAC), helikopter tipe EC130 T2 memang tidak memiliki perangkat perekam data penerbangan (Flight Data Recorder/FDR) maupun perekam suara kokpit (Cockpit Voice Recorder/CVR).

“Untuk tipe helikopter EC130 T2 ini, dari informasi yang kami dapat dari pihak operator dan juga DGAC Prancis, tidak memiliki black box sebagaimana yang kita kenal di pesawat-pesawat besar,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengatakan pihaknya tetap berupaya mengumpulkan data penting melalui perangkat lain yang tersedia, salah satunya Engine Data Recorder yang merekam performa mesin. Data tersebut nantinya akan dianalisis untuk mengetahui kondisi teknis sebelum kecelakaan terjadi, seperti tekanan oli dan putaran mesin.

Selain itu, tim investigasi juga akan mencari sumber data lain, termasuk kemungkinan adanya kamera di dalam helikopter yang masih dapat dipulihkan untuk kebutuhan investigasi.

Dian menegaskan bahwa investigasi KNKT berfokus pada aspek keselamatan (safety investigation), dengan tujuan utama menemukan pelajaran dari peristiwa tersebut serta merumuskan rekomendasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dalam prosesnya, KNKT melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BMKG, AirNav, hingga pihak bandara, guna mengumpulkan data pendukung seperti kondisi cuaca dan informasi penerbangan.

Untuk analisis lebih lanjut, data dari perekam yang tersedia akan dikirim ke pihak manufaktur di Prancis dan dikerjakan bersama otoritas setempat.

KNKT menargetkan laporan awal (preliminary report) akan dirilis dalam waktu 30 hari sejak kejadian. Laporan tersebut akan memuat data faktual seperti kondisi cuaca dan performa mesin.

Sementara itu, laporan akhir (final report) yang memuat penyebab serta faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan, ditargetkan terbit dalam kurun waktu maksimal 12 bulan, lengkap dengan rekomendasi keselamatan jika diperlukan.

“Semua pihak diminta menunggu hasil resmi agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran,” tutupnya.

Tags: Helikopter PK-CFX Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau

Continue Reading

Previous: Operasi SAR Helikopter PK-CFX Resmi Ditutup, Seluruh Korban Telah Dievakuasi
Next: Jusuf Kalla Nasihati Jokowi Terkait Polemik Ijazah

Related Stories

8623d426-4aff-4361-af63-64589d75d8da
  • Lokal
  • News

Wagub Krisantus Terima 18 Rekomendasi DPRD Kalbar atas LKPJ Gubernur 2025

Editor PI 13/05/2026
359442ac-b08c-4975-afaf-b6f27bc7e7ec
  • Lokal
  • News

Ria Norsan Optimistis Program MBG Putar Ekonomi Kalbar hingga Rp16,8 Miliar per Hari

Editor PI 13/05/2026
IMG_4865
  • Lokal
  • News

Sujiwo Komitmen Sukseskan Program MBG, Sebut Punya Banyak Manfaat

Editor PI 13/05/2026

Berita Terbaru

  • Wagub Krisantus Terima 18 Rekomendasi DPRD Kalbar atas LKPJ Gubernur 2025 13/05/2026
  • Ria Norsan Optimistis Program MBG Putar Ekonomi Kalbar hingga Rp16,8 Miliar per Hari 13/05/2026
  • Sujiwo Komitmen Sukseskan Program MBG, Sebut Punya Banyak Manfaat 13/05/2026
  • Pasien Pertama Kasus Hantavirus di Ketapang Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di Rumah Sakit 13/05/2026
  • Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR, Josepha Siswa SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa S1 ke China 13/05/2026
  • Edi Kamtono Sebut AI Bukan Ancaman, Tapi Peluang bagi Ekonomi Kreatif 13/05/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

8623d426-4aff-4361-af63-64589d75d8da
  • Lokal
  • News

Wagub Krisantus Terima 18 Rekomendasi DPRD Kalbar atas LKPJ Gubernur 2025

Editor PI 13/05/2026
359442ac-b08c-4975-afaf-b6f27bc7e7ec
  • Lokal
  • News

Ria Norsan Optimistis Program MBG Putar Ekonomi Kalbar hingga Rp16,8 Miliar per Hari

Editor PI 13/05/2026
IMG_4865
  • Lokal
  • News

Sujiwo Komitmen Sukseskan Program MBG, Sebut Punya Banyak Manfaat

Editor PI 13/05/2026
IMG_4798
  • Lokal
  • News

Pasien Pertama Kasus Hantavirus di Ketapang Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Editor PI 13/05/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.