PONTIANAK INFORMASI – Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas di daerah, termasuk di Kalimantan Barat.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan mengatakan pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menghadapi dampak gejolak ekonomi global.
Ia mengatakan, pemerintah daerah hanya dapat berupaya mengendalikan inflasi agar kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Sekarang dolar melejit, otomatis akan berdampak pada harga pangan. Pemerintah daerah hanya bisa mengendalikan inflasi, tapi kalau berkaitan dengan ekonomi dunia tentu menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Krisantus.
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi global merupakan faktor yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah. Karena itu, langkah yang dapat dilakukan daerah adalah memastikan distribusi barang tetap lancar, menjaga ketersediaan stok pangan, serta melakukan intervensi pasar jika diperlukan.
Krisantus berharap pemerintah pusat dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Sementara itu, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak kenaikan harga yang berpotensi terjadi di Kalimantan Barat.
“Yang bisa kita lakukan di daerah adalah menjaga inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak terlalu terpengaruh,” ujarnya.
