Foto: iStock
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Malaysia berhasil menggeser dominasi Thailand di sektor pariwisata Asia Tenggara dengan mencatat 38,3 juta kedatangan wisatawan asing dalam 11 bulan pertama 2025. Prestasi ini menandai dua tahun berturut-turut negara tetangga itu unggul atas Thailand, berkat strategi promosi yang agresif dan kebijakan visa yang ramah.
Menurut data Tourism Malaysia di bawah Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya yang dikutip VnExpress, angka 38,3 juta kunjungan tersebut sudah melampaui total wisatawan sepanjang tahun 2024. Sementara itu, Thailand hanya menerima 32,9 juta kedatangan wisatawan asing untuk seluruh tahun 2025, mengalami penurunan 7 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi yang pertama dalam satu dekade di luar masa pandemi, disertai pendapatan turis turun 4,7 persen menjadi 1,53 triliun baht atau sekitar Rp 827 triliun, dilansir dari Skift.
Kebijakan bebas visa menjadi senjata utama Malaysia dalam memikat wisatawan. Pada Mei 2025, pemerintah memperpanjang pembebasan visa bagi wisatawan China hingga lima tahun lagi, bahkan bisa diperpanjang sampai 2036. Selain itu, fasilitas serupa diberikan untuk warga India hingga 2026, menargetkan dua pasar terbesar di Asia.
Peningkatan infrastruktur juga berperan besar. Malaysia telah memperbaiki bandara, kereta cepat, dan destinasi wisata seperti Kuala Lumpur, Penang, serta pulau-pulau di Sabah dan Sarawak, membuat perjalanan lebih nyaman bagi turis internasional. Strategi ini tidak hanya menarik volume besar, tapi juga memperpanjang masa tinggal pengunjung.
Bandingkan dengan Indonesia, Malaysia unggul telak karena BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara hanya 13,9 juta selama Januari-November 2025. Indonesia masih bergulat dengan birokrasi visa dan promosi yang kurang masif, meski potensi alamnya melimpah.
Capaian ini membuka peluang ekonomi signifikan bagi Malaysia. Sektor pariwisata menyumbang lapangan kerja baru, pendapatan devisa, dan pertumbuhan UMKM di sekitar destinasi utama. Pemerintah berencana melanjutkan kebijakan ini di 2026 untuk menembus 40 juta kunjungan.
Keberhasilan Malaysia menjadi pelajaran bagi negara ASEAN lainnya. Dengan visa fleksibel dan infrastruktur prima, pariwisata bisa menjadi motor utama pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Thailand sendiri mulai mengevaluasi strategi untuk merebut kembali posisi puncak.
