Foto: AP
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, secara tegas menyatakan Hamas sebagai organisasi teroris menyusul protes panas di Queens pada 8 Januari 2026. Pernyataannya ini muncul setelah demonstran pro-Palestina menyanyikan slogan dukungan terhadap kelompok tersebut di depan sebuah sinagoge. Respons Mamdani menandai sikap keras terhadap retorika ekstrem di tengah ketegangan politik AS-Israel.
Mamdani awalnya merespons protes tersebut melalui pernyataan kepada The New York Times (The NYT). Ia menyatakan bahwa “retorika dan aksi yang terlihat dalam protes itu salah dan tidak memiliki tempat di Kota New York.” Pernyataan itu disampaikan saat ditanya tentang nyanyian pro-Hamas yang viral, di mana demonstran meneriakkan “Say it loud, say it clear, we support Hamas here.”
Setelah mendapat kritik karena belum secara spesifik menyebut Hamas, Mamdani mengunggah pernyataan di platform X pada pagi hari Sabtu, 10 Januari 2026. Kutipan langsungnya berbunyi: “Seperti yang saya katakan sebelumnya hari ini, nyanyian yang mendukung organisasi teroris tidak memiliki tempat di kota ini.” Ia menambahkan: “Kami akan terus memastikan keselamatan warga New York saat memasuki dan keluar dari tempat ibadah serta hak konstitusional untuk berdemonstrasi.”
Protes dipicu oleh acara real estate Israel yang dihadiri Mortgage Israel dan Tivuch Shelly di sinagoge Queens. Dipimpin oleh Majelis Palestina untuk Pembebasan (PAL-Awda), aksi itu berubah memanas dengan konfrontasi polisi dan warga setempat. Video viral menunjukkan bentrokan fisik, memicu kecaman luas dari kalangan politik New York.
Pernyataan Mamdani didukung oleh pejabat tinggi lainnya. Jaksa Agung New York Letitia James tegas menyatakan, “Hamas adalah organisasi teroris. Kami tidak mendukung teroris. Titik.” Gubernur New York Kathy Hochul menambahkan: “Hamas adalah organisasi teroris yang menyerukan genosida terhadap orang Yahudi. Terlepas dari keyakinan politik Anda, retorika semacam ini menjijikkan, berbahaya, dan tidak memiliki tempat di New York.”
Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez juga ikut mengutuk melalui X: “Hey, so marching into a predominantly Jewish neighborhood and leading with a chant saying ‘we support Hamas’ is a disgusting and antisemitic thing to do. Pretty basic!” Respons kolektif ini mencerminkan konsensus bipartisan menentang dukungan terorisme di ruang publik.
Meski dikenal sebagai pendukung Palestina, Mamdani menunjukkan keseimbangan pada hari pertama jabatannya dengan mencabut kebijakan pro-Israel pendahulunya, Eric Adams. Namun, insiden ini menguji komitmennya menjaga harmoni antar-kelompok. Ke depan, NYPD akan terus memantau protes serupa untuk mencegah eskalasi.
